Jum'at, 22 Juni 2018 23:57:14 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 209
Total pengunjung : 400672
Hits hari ini : 1906
Total hits : 3641943
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tujuh Anak Korban Pelaku Bom diserahkan Polda Jatim ke Kemensos






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 12 Juni 2018 14:05:29
Tujuh Anak Korban Pelaku Bom diserahkan Polda Jatim ke Kemensos

Surabaya – Polda Jawa Timur menyerahkan tujuh anak korban pelaku bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo kepada Kementerian Sosial RI.

Penyerahan yang dilakukan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, itu dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Selasa (12/6/2018).

7 anak yang diserahkan kepada Kemensos itu diantaranya 1 anak korban pelaku bom di Polrestabes Surabaya, 3 anak korban teroris di Sidoarjo dan 3 anak teroris dari Manukan Surabaya.

Pada kesempatan itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin menjelaskan, semua korban sudah dinyatakan sembuh dari perawatan medis yang dilakukan sejak beberapa minggu lalu di RS Bhayangkara.

"Untuk psikologis sudah kita koordinasikan dengan semua pihak, dan pada hari ini adalah perawatan selanjutnya untuk lebih baik lagi kita kerjasama dengan Kemensos di tempat khusus, yang paling penting adalah untuk memberikan pemahaman keagamaan," kata Kapolda usai menyerahkan tujuh anak itu kepada Kemensos.

Proses selanjutnya, kata Kapolda, menentukan siapa nantinya yang berhak untuk anak ini. Yang pasti, ia akan memberikan yang terbaik untuk anak ini, dan untuk sementara ini, kondisi ketujuh anak ini sudah mulai pulih dan ceria.

"Ya biasa, anaknya kan sudah umur 10 atau 11an tahun, jadi sudah mengerti. Tapi sudah pulih, kita perdalaman lagi, nanti akan ada yang menangani dari pihak Kemensos," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak dari Kemensos RI, Nahar mengatakan pihaknya akan memberikan penanganan khusus yang expert tentang pendidikan, konseling, rehabilisasi sosial dan pendampingan khusus untuk semua anak korban terorisme itu.

"Kementerian sosial punya tempat khusus untuk anak-anak, nanti akan kami sesuaikan dengan kondisi mereka nyamannya dimana. Kita punya tempat di beberapa kota di Indonesia," pungkasnya.jn/red

dilihat : 36 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution