Sabtu, 23 Maret 2019 17:21:13 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 261
Total pengunjung : 484557
Hits hari ini : 2126
Total hits : 4454901
Pengunjung Online : 11
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Selain Kingkong, Jejak Gajah Purba Tertua Ada di Tegal






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 29 April 2017 20:13:13
Selain Kingkong, Jejak Gajah Purba Tertua Ada di Tegal

Tegal - Selain fosil Kingkong, di kawasan Situs Purbakala Semedo juga ditemukan fosil belalai, lutut dan gigi gajah purba yang sekarang kondisinya terawat dengan baik.

Dakri sang penemu fosil mengatakan, proses penemuan itu terjadi saat dia melakukan penggalian. Dia dan beberapa rekannya menemukan fosil saat melakukan penelusuran di hutan sekitar dengan berjalan kaki, melintasi sungai dan sebagainya.

Diungkapkan Dakri, pengumpulan fosil sudah dilakukan sejak 1987 dan di 2005 ada penemuan yang cukup menggemparkan berupa belalai gajah dengan panjang sekitar 6 meter bersama beberapa bagian lainnya, seperti tulang-belulang yang cukup besar di sekitar aliran Kali Kawi.

Diceritakan Dakri, berdasar pengalaman yang dia ketahui, gajah yang ditemukan dan sekarang berada di Situs Semedo merupakan jenis Mastodon yang merupakan gajah tertua. Fosil yang dia temukan, sama dengan fosil gajah yang ditemukan di Bumiayu.

“Selain Mastodon, ada beberapa jenis gajah lain, seperti Stegodon dan Elephas yang bisa dilihat dari bentuk gajah yang banyak dijumpai di hutan dan kebun binatang,” terangnya ketika berbincang dengan awak media, Jumat (28/4/2017).

Fosil gajah purba lanjut Dakri, jenis Mastodon yang sekarang berada di teras rumah miliknya yang berada di RT5/RWII yang diperkirakan berusia satu juta tahun. Hal ini membuktikan jika Semedo pada zaman dahulu tidak hanya dihuni manusia purba, tetapi juga menjadi penyebaran berbagai binatang purba yang fosilnya satu per satu mulai ditemukan.

”Semedo, Cijulang, Prupuk, Bumiayu dan Ajibarang merupakan wilayah perbatasan Pulau Jawa bagian timur pada akhir Kala Pilosen ketika Jawa Barat dan Jawa Tengah masih berada di bawah laut sekitar 2,4 juta tahun silam,” paparnya.

Masih kata Dakri, fosil gajah yang ada di Situs Semedo, bisa dikatakan yang tertua. Apalagi, beberapa bagian fosil ditemukan dengan ukuran yang fantastis dan selama ini sudah menjadi bahan penelitian dari berbagai pihak.

Penemuan fosil binatang vertebrata, utamanya gajah purba yang diyakini sebagai hewan endemis atau binatang asli dari daerah setempat bisa saja mengalami kemajuan. Sebab, setiap hari masih ditemukan berbagai fosil lain.

“Jumlahnya secara total saat ini sekitar 6.000 fosil dari berbagai jenis dan ukuran yang disimpan dalam 35 boks besar, 5 etelase dan disimpan di dalam rumah,” pungkasnya. (BR/BJ)

dilihat : 415 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution