Minggu, 18 Agustus 2019 03:37:52 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520077
Hits hari ini : 323
Total hits : 4876432
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Trump Cabut Aturan Obama Soal Toilet Bagi Transgender






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Senin, 27 Februari 2017 14:14:08
Trump Cabut Aturan Obama Soal Toilet Bagi Transgender

Amerika Serikat - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (22/2/2017) lalu mencabut panduan untuk sekolah umum yang membiarkan siswa transgender menggunakan kamar mandi pilihan mereka. Hal ini berkebalikan dengan mantan Presiden Barack Obama yang sebelumnya memberlakukan aturan tersebut.

Obama pada Mei 2016 telah menginstruksikan sekolah-sekolah umum untuk memungkinkan siswa transgender menggunakan kamar mandi yang cocok dengan identitas gender yang telah mereka pilih. Obama bahkan mengancam menahan dana untuk sekolah yang tidak menjalankan instruksi, karena menurutnya transgender termasuk dalam hak sipil.

Trump yang saat ini menjabat presiden itu justru membatalkan pedoman tersebut, meski telah ditahan oleh hakim federal. Ia beralasan bahwa negara dan sekolah umum harus memiliki wewenang untuk membuat keputusan sendiri tanpa campur tangan federal.

Beberapa ratus orang berkumpul di depan Gedung Putih untuk memprotes tindakan presiden dari Partai Republik ini, melambaikan bendera pelangi yang diartikan sebagai simbol LGBT dan menyanyikan, “Tidak ada kebencian, tidak ada rasa takut, siswa transgender diterima di sini.”

“Kita semua tahu bahwa Donald Trump adalah pengganggu, namun serangan terhadap anak-anak transgender hari ini adalah hinaan baru,” kata Rachel Tiven, Chief Executive dari Lambda Legal, organisasi yang mengadvokasi kelompok LGBT.

James Esseks, direktur proyek LGBT American Civil Liberties Union juga turut memberikan pernyataan, “Mencabut pedoman tersebut menunjukkan bahwa janji presiden untuk melindungi hak-hak LGBT hanya retorika kosong,” jelasnya.

Direktur Eksekutif dari National Center for Transgender Equality, Mira Keisling menyebut keputusan Trump sebagai serangan kejam pada ratusan ribu siswa yang hanya ingin menjadi jati dirinya dan ingin diperlakukan bermartabat saat menghadiri sekolah.

"Orang-orang muda sudah menghadapi rintangan yang luar biasa dalam mengejar pendidikan dan penerimaan. Dengan sekali gerakan, pemerintahan Trump secara efektif [justru] mengukuhkan intimidasi, pengucilan, dan isolasi terhadap anak-anak ini [sehingga] menempatkan hidup mereka dalam bahaya, " tegasnya sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (23/2/2017)

Untuk diketahui, hukum federal yang dikenal sebagai Title IX melarang diskriminasi seks dalam pendidikan. Tapi tidak dijelaskan apakah perlindungan yang disebut termasuk ke dalam identitas gender seseorang.

Pedoman administrasi Obama juga membahas isu lainnya, seperti pentingnya menangani siswa transgender dengan nama yang mereka sukai dan tanggung jawab sekolah untuk mencegah pelecehan dan intimidasi dari anak transgender. trta/NBC/red

dilihat : 439 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution