Jum'at, 22 Juni 2018 00:51:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 151
Total pengunjung : 400446
Hits hari ini : 1647
Total hits : 3639704
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Manusia Ide dan Mimpi Sang Bankir






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 30 Juni 2016 16:46:46
Manusia Ide dan Mimpi Sang Bankir

Nama Mochtar Riady pasti tidak asing bagi kita semua, dikenal sebagai pendiri Lippo Grup, pendiri sekolah berkelas internasional dan rumah sakit Swasta. Pria kelahiran tahun 1929 yang memiliki Kedekatan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton tersebut membuatnya diperhitungkan di perekonomian Indoenesia.

Buku "Manusia Ide" bercerita kisah hidupnya, ditulis setebal 336 halaman, dibalik kisah suksesnya terdapat proses hidup yang luar biasa menjadi seorang Mocthar Riady sekarang ini. Masa sulit dan stigma negatif sebagai imigran pendatang tak membuatnya surut semangat. Hampir semua perusahaan yang digawanginya maju pesat dan memiliki kredibilitas di luar negeri.

Kehidupan yang terbatas serta ayahnya yang berstatus imigran dari Tiongkok yang mencoba peruntungan di Malang berdagang toko kebutuhan sehari-hari. Saat usia sembilan tahun Mochtar kecil sudah ditinggal ibunya untuk selamanya karena melahirkan adiknya. Derita ini tidak membuatnya patah arang dan menjadikannya belajar hidup yang tekun.

Ketekunannya memperjuangkan mimpi membuatnya menjadi seorang living legend di dunia perbankan yang diakui di tingkat dunia. "Yang ingin saya sampaikan adalah, saya dilahirkan dan dibesarkan di Malang. Namun nasib saya tidak malang. Kenapa tidak malang? Karena saya berani memikirkan hal-hal yang besar. Kalau kita berani memikirkan hal yang besar dan berjuang untuk itu, maka kita akan berhasil," kata Mochtar.

Buku autobiografi itu terbagi menjadi lima episode perjalanan hidupnya. Setiap episode menceritakan 20 tahun perjalanan Mochtar hingga memasuki umur 87 tahun.

Episode 20 tahun pertama [1929-1950] menceritakan masa kecil penuh duka dan derita, episode 20 tahun kedua [1951-1970] mengisahkan masa bersama pemerintahan membangun ekonomi nasional dan episode 20 tahun ketiga [1971-1990] mengungkapkan masa pengembangan usaha dalam era globalisasi ekonomi.

Lalu, episode 20 tahun keempat [1991-2010] menceritakan dari era Samudra Atlantik sampai era Samudra Pasifik dan episode 20 tahun kelima [2010 dan seterusnya] mengisahkan masa tua sebagai panutan bagi anak cucu dan generasi penerus.

Dia mengakui kalau menjadi bankir adalah cita-citanya sejak kecil di Kota Malang. "Saat kecil saat bersekolah, saya melewati bangunan megah Eropa dengan orang berpakaian rapi di dalamnya. Saya bertanya apa yang diperjualbelikan di sana karena tak tampak barang dagangan. Rupanya itu adalah bank milik orang Belanda dan yang diperjualbelikan adalah kepercayaan. Sejak itu, saya bertekad, kalau sudah besar saya ingin punya bank sendiri menjadi bankir," kata pendiri Lippo Group yang lahir pada 12 Mei 1929 di Batu, Malang.

Dalam satu dekade terakhir, Mochtar menyempurnakan bisnisnya dengan merambah sektor yang paling dibutuhkan masyarakat, yakni pendidikan dan kesehatan. Kecakapan finansial dan pengalamannya dalam bidang properti, lagi-lagi berguna bagi pengembangan di bidang pendidikan dan kesehatan. (Ibs)

dilihat : 772 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution