Jum'at, 22 Juni 2018 00:55:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 151
Total pengunjung : 400446
Hits hari ini : 1668
Total hits : 3639725
Pengunjung Online : 2
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pdt Wijaya Hendra: Paskah Saat Tepat Kita dipeluk dan dinaungi tangan anugrah Tuhan
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 03 April 2016 09:08:12
Pdt Wijaya Hendra: Paskah Saat Tepat Kita dipeluk dan dinaungi tangan anugrah Tuhan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat merayakan Paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 3
4:3. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Pribadi Yesus dan takhta sorga menyinarkan sinar kemuliaan dalam bentuk sinar dari batu-batu indah.
Ada 4 macam batu indah di takhta sorga
Ayat 3: permata yaspis= menunjuk pada iman.
Ayat 3: permata sardis= menunjuk pada pertobatan.
Ayat 6: batu kristal= menunjuk pada baptisan air.
Ayat 3: batu zamrud = pelangi melingkungi takhta sorga = menunjuk pada baptisan Roh kudus.

1 Petrus 2: 4-7
2:4. Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
2:6. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
2:7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

Dan datanglah kepada-Nya = Yesus.
Dan biarlah kamu juga = kita.

Batu indah= pribadi Yesus di takhta-Nya. Batu yang indah; batu mahal; batu hidup dibuang oleh tukang-tukang bangunan
Ini sama dengan kematian Yesus di kayu salib untuk melakukan 2 hal :

Menjadi batu penjuru atau dasar dari pembangunan tubuh Kristus [pembangunan rumah rohani]. Sejak Yesus mati di kayu salib, maka pembangunan Bait Allah jasmani sudah menjadi Bait Allah rohani--tubuh Kristus.

Pada Ibadah Jumat Agung Surabaya, 25 Maret 2016, kita sudah membaca dalam Yohanes 2.


Menjadikan batu keras--bangsa kafir yang tenggelam dalam lumpur dosa dan neraka--menjadi batu indah di takhta sorga.

Proses menjadi batu indah:
Yohanes 19: 31-34
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Waktu Yesus disalib, itu menjelang Sabat dan pada saat Sabat tidak boleh ada mayat yang tergantung di kayu salib. Kalau belum mati, dipatahkan kakinya, supaya cepat mati. Ketika prajurit datang ke penjahat pertama dan kedua, mereka belum mati sehingga dipatahkan kakinya.
Tetapi, saat sampai pada Yesus, Ia sudah mati dan tidak jadi dipatahkan kaki-Nya. Yang terjadi adalah lambung-Nya ditikam dengan tombak, sehingga mengalir keluar darah dan air.

Jadi, sebenarnya Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki. Ini merupakan kasih Yesus untuk menyelamatkan bangsa Israel--umat pilihan Allah.
Luka kelima yang dibuat oleh prajurit bangsa kafir di lambung Yesus--luka yang terdalam dan terbesar, yang mengeluarkan darah dan air--merupakan kemurahan anugerah TUHAN untuk menyelamatkan bangsa kafir--batu keras--; untuk menjadikan bangsa kafir menjadi batu indah.

Yesus sudah mati, tetapi masih ingat kita.
Seandainya lambung Yesus tidak ditikam dengan tombak, maka kita sebagai bangsa kafir tidak mendapatkan bagian--bangsa kafir tidak boleh beribadah, sebab dianggap sebagai anjing dan babi yang tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN.

Jadi, supaya bangsa kafir menjadi batu indah, maka bangsa kafir harus menerima tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus:

Tanda darah= mezbah korban bakaran= bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa.
Kalau bangsa kafir sudah bertobat, maka batu keras sudah menjadi batu/permata sardis--batu sardis di takhta sorga berwarna merah.


Tanda air= baptisan air dan baptisan Roh Kudus.
Kita yang sudah mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar dari air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru, yaitu kelepasan dari dosa. Sekalipun diancam dan sebagainya, tetap tidak mau berbuat dosa.

Seperti Yusuf yang digoda oleh isteri Potifar--mendapatkan keuntungan--dan diancam--dipenjara--, tetap tidak mau berbuat dosa.

Ini sama dengan batu kristal--jernih, tidak bercampur lagi dengan dosa.

Tanda air juga merupakan baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus membuat kita mendapatkan hidup baru--hidup surgawi--, yaitu hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran--imam-imam dan raja-raja.

Ini sama dengan menjadi batu zamrud; menjadi batu indah.

Yesus batu indah, kita juga batu indah atau batu hidup sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

batu hidup = batu indah = batu mahal.
pembangunan suatu rumah rohani = pembangunan tubuh Kristus.
bagi suatu imamat kudus = senjata kebenaran; imam-imam dan raja-raja.

Dari batu keras bisa menjadi batu indah, karena Yesus--batu indah--sudah dibuang--disalibkan--oleh tukang-tukang bangunan. Yesus sudah disalibkan untuk menjadi dasar pembangunan rumah rohani [pembangunan tubuh Kristus].
Sudah ada dasarnya, kemudian siapa bahannya? Kita yang adalah batu keras dijadikan batu hidup dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Ayat 34= tentang persekutuan atau pembangunan tubuh Kristus--kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

Berkali-kali TUHAN rindu, ini menunjuk pada kesungguhan dan kerinduan hati TUHAN yang sangat mendalam untuk 2 hal:

Untuk mengumpulkan. istilah mengumpulkan ini artinya persekutuan. Harus berkumpul jadi satu, baru bisa dinaungi, supaya kita masuk persekutuan tubuh Kristus yang benar, sebab ada yang tidak benar.

Persekutuan tubuh Kristus yang benar digambarkan sebagai:


Anak-anak ayam di bawah kepak sayap induknya.
Ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar.


Jadi, persekutuan yang benar harus memperhatikan induk atau pokoknya, yaitu pribadi Yesus sebagai kepala--firman pengajaran yang benar.
Pada mulanya--kepala--adalah firman pengajaran yang benar--logos.

TUHAN rindu supaya kita menjadi batu hidup semua. Jangan menjadi batu keras! Mari, masuk dalam pelayanan pembangunan/persekutuan tubuh Kristus yang benar.

"Diberikan kesempatan. Di sini penataran calon imam bisa setahun dua kali, tiga kali, empat kali, bergantung pada firman. Ini sama seperti: Berkali-kali Aku.... Di Jl WR Supratman 4 ini kita mulai ibadah tahun 2007, berarti sudah 9 tahun. Kalau 1 tahun 3 kali, berarti sudah 27 kali dipanggil untuk berkumpul supaya menjadi batu indah."


Untuk menaungi kita yang tidak berdaya--seperti anak ayam di bawah kepak sayap induknya.
Anak ayam, apalagi yang baru menetas, biarpun banyak jagung, akan mati kalau tidak ada induknya. Harus dari induknya dulu, baru dikasih ke anaknya. Di dunia ini, sekalipun kita hebat tetapi tidak berdaya--seperti anak ayam.

Jadi, Yesus rindu menanungi kita semua yang tidak berdaya mulai dari sekarang di dunia yang semakin sulit, jahat, najis, dan sesat. Sampai puncaknya pada saat kedatangan Yesus kedua kali, kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai, masuk Firdaus--kerajaan 1000 Tahun Damai--dan duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selama-lamanya. Ini puncak dari naungan dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

Istilah naungan juga berarti ada pemeliharaan--ada makanan--, perlindungan dari ular dan burung elang, kehangatan. Sekalipun suasananya dingin, tetapi ada kehangatan atau kebahagiaan, sampai kita duduk di takhta sorga untuk selamanya.

Jadi, dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar, kita mendapatkan naungan dari TUHAN. Mulai dari dunia sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga.
Tadi, Yesus mati untuk jadi dasar. Dasarnya ada, yaitu Yesus sebagai batu hidup yang dibuang, dan kita sebagai bahannya, yaitu batu keras bisa jadi batu hidup.

Karena Dia dibuang, ada tempat bagi kita. Karena Dia sudah mati, maka kita menjadi batu hidup--kita yang tadinya batu keras atau batu mati bisa menjadi batu hidup. Luar biasa!

Lalu, kerinduan TUHAN yang berkali-kali, supaya kita masuk persekutuan yang benar. Jangan sembarangan! Lihat pokok atau induknya, yaitu pribadi Yesus sebagai kepala. Jangan melihat orang! Setelah itu akan terjadi naungan.

Jadi, di dalam persekutuan yang benar, kita mendapatkan naungan mulai dari dunia sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta surga.

Persekutuan tubuh Kristus yang benar:


Dimulai dari dalam nikah yang benar; sesuai dengan firman. Jaga kebenaran dan kesucian sebelum menikah! Di dalam nikah yang benar, ada naungan.


Kemudian lebih besar lagi, yaitu masuk dalam penggembalaan yang benar--sesuai dengan firman pengajaran yang benar. Dalam penggembalaan, naungan lebih membesar lagi.


Kemudian meningkat lagi, yaitu antar penggembalaan atau fellowship yang benar. Jangan fellowship yang tidak benar, bisa kering nanti.
Naungannya lebih besar lagi.

Karena itu kita tidak boleh egois. Satu waktu kita harus keluar. Harus rela, karena itu perintah TUHAN dan naungan-Nya lebih besar lagi.


Sampai yang terbesar nanti, Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna; kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya. Itu adalah puncak naungan.

TUHAN tidak menipu kita! Nikah sudah ditolong dan dinaungi, mari tergembala. Lebih besar lagi nauangannya. Lalu, ikuti antar-penggembalaan sesuai dengan dorongan firman--bisa ikut serta, berdoa, atau berkorban. Sampai satu waktu mengalami puncak naungan, yaitu kita duduk di takhta sorga selama-lamanya.

Siapa yang berhak mendapatkan naungan TUHAN?
Mazmur 68: 6-7
68:6. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
68:7. Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Janda--secara rohani.
Artinya: putus hubungan dengan suami yang sudah meninggal dunia; sama dengan mengalami kelepasan atau kemenangan dari daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.


Orang asing [orang-orang sebatang kara] = putus hubungan dengan dunia; mengalami kelepasan dari dunia dengan segala pengaruhnya, yaitu kesibukan--sibuk sampai tidak bisa ibadah berarti diikat dan kalah dengan dunia--, kesusahan--tidak datang beribadah karena masih susah--, kesukaan--diberkati mobil, jam-jam ibadah malah pariwisata--dan lain-sebagainya. Jangan sampai kesukaan dunia mengikat kita!

Kalau sibuk, tetapi bisa melayani, berarti sudah lepas dari dunia. Kalau susah, justru harus datang pada TUHAN, supaya ditolong.


Anak yatim= putus hubungan dengan dosa; mengalami kelepasan atau kemenangan dari dosa-dosa.

Sekarang kita merayakan Paskah. Paskah sama dengan kelepasan; kemenangan.
Jadi, merayakan Paskah bukan hanya sekedar ke gereja--satu tahun sekali ke gereja--, tetapi ada hikmah atau pengertiannya, yaitu kita mengalami kuasa Paskah untuk melepaskan kita dari daging, dunia, dan dosa sehingga kita tampil seperti janda rohani, orang asing rohani, dan anak yatim rohani, yang berhak mendapatkan naungan dari TUHAN mulai dari dunia ini sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

Merayakan Paskah ini, kita berjuang supaya mengalami kemenangan.
Malam ini, kita pelajari mengenai anak yatim.

Yohanes 8: 43-44
8:43. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
8:44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku = tidak mengerti.
Ia adalah pembunuh manusia sejak semula => hati-hati dengan kebencian, apalagi kebencian tanpa alasan [orang benar, baik tetapi kita benci]. Ini bukan anak yatim, tapi masih punya bapa yang lama, yaitu setan--bapa pembunuh itulah setan.
Apabila ia berkata dusta = begitu juga kalau berdusta, berarti belum jadi anak yatim.

Jadi, anak yatim secara rohani adalah kehidupan yang putus hubungan dengan bapa setan atau dosa. Mulai dari membunuh--kebencian tanpa alasan, memfitnah, bergosip--dan dusta.
2 hal ini--permulaannya--, kalau dijabarkan ada 8. Inilah yang membuat kita tidak bisa dinaungi oleh TUHAN, kita tidak bisa duduk di takhta, malah masuk dalam lautan api belerang.

Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut[1], orang-orang yang tidak percaya[2], orang-orang keji[3], orang-orang pembunuh[4], orang-orang sundal[5], tukang-tukang sihir[6],penyembah-penyembah berhala[7]dan semua pendusta [8], mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

8 dosa, antara lain:

penakut= takut pada sesuatu sampai melawan TUHAN. Mulai di taman Eden; Adam dan Hawa. Adam takut kepada Hawa--isterinya--, akhirnya makan buah yang dilarang--melawan TUHAN.

Kita juga seringkali takut pada bos di kantor, sehingga berbuat dosa. Kalau masih takut, berarti bapanya adalah iblis--belum menjadi anak yatim.


orang-orang yang tidak percaya
orang-orang keji = jahat.
orang-orang pembunuh = benci.
orang-orang sundal = percabulan, penyimpangan seks, dan nikah yang salah.
tukang-tukang sihir = dukun-dukun.
penyembah-penyembah berhala
semua pendusta

Ada 8 dosa yang menenggelamkan kita ke dalam lautan api dan belerang--neraka. Ini berkebalikan dengan 8 orang yang selamat di bahtera Nuh.
Jika mempertahankan 8 dosa, maka kita tidak mengerti firman, ada di luar naungan TUHAN, dan binasa di neraka.

Kalau lepas dari 8 dosa, kita bisa mengerti firman dan taat pada firman, sehingga kita mengalami naungan TUHAN mulai di dunia sampai duduk bersanding di takhta sorga.

Hati-hati dengan 8 dosa! Kalau di luar naungan TUHAN, kita akan seperti anak ayam yang keluar dari kepak sayap induknya. Akibatnya: bisa dimakan elang atau ular. Anak ayam tidak bisa mencari makan sendiri dan harus ada induknya--hidup sehari-hari susah.
Buang 8 dosa! Paskah adalah kelepasan atau kemenangan dari 8 dosa.

Salah satu dosa dari 8 dosa adalah tidak percaya. Pada kebangkitan Yesus--peristiwa Paskah--, tetapi ada dosa tidak percaya.

"Tadi pagi ibadah di Malang, tentang tidak mengerti firman. Maria Magdalena seorang yang kaya, tetapi tidak mengerti firman dan menangis. Ini tidak bermaksud menghina. Yang kaya dan berhasil, kalau tanpa firman [tidak mengerti firman, mengantuk, bosan], bisa menangis. Apalagi yang tidak kaya. Jadi, harus bersungguh-sungguh! Kalau mengerti firman, tangisan akan dihapus. Kalau mengerti firman, kita dikenal Yesus sedalam-dalamnya. Yesus langsung memanggil nama: Maria! Lalu, Maria langsung menjawab: Guru [tidak memanggil Yesus sebagai penunggu taman]. Tercelik, dan tidak ada lagi airmata."

Sekarang, contoh kehidupan yang tidak percaya--dosa tidak percaya--adalah Tomas.

Yohanes 20: 19, 24-25
20:19. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:24. Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Di sini juga ada dosa takut [urutan pertama dari 8 dosa]. Di antara 8 dosa di atas, bisa juga terjadi pada murid-murid Yesus; rasul-rasul juga takut.
Tomas tidak percaya [dosa urutan kedua dari 8 dosa di atas].

TUHAN mengoreksi iman dari Tomas, sebab iman Tomas adalah iman karena melihat.
Yohanes 20: 27-29
20:27. Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28. Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Iman yang benar berasal dari mendengar sekalipun mata tidak melihat.
Contoh: TUHAN memerintahkan Abraham: Tinggalkan negerimu ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu. Tidak ditunjukkan negeri yang dituju, hanya mendengarkan saja, tetapi Abraham pergi. Inilah iman yang benar!
Sekarang banyak diajarkan iman karena melihat. Ini yang tidak benar.

Ciri atau tanda iman karena melihat:

Ayat 29 Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya = Kalau iman karena melihat, berarti tidak bahagia, terutama saat melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Pasti ia bersungut-sungut dan tidak percaya! Ini iman yang labil.

Contohnya: kalau berdoa kepada TUHAN untuk kesembuhan, lalu sembuh, dia katakan: Yesus luar biasa, dahysat. Tetapi kalau TUHAN berkehendak lain, tahu-tahu meninggal, ia akan berkata: Percuma saja. Tidak percaya lagi. Inilah iman karena melihat.


Gampang disesatkan dan pasti disesatkan oleh nabi-nabi palsu, sehingga menyembah antikris.
Mengapa begitu?
Karena nabi palsu akan mendatangkan api dari langit--mengadakan tanda-tanda yang jasmani. Kalau kita hanya melihat tanda jasmani, maka saat nabi palsu datang dengan tanda ajaib--menurunkan api dari langit--, kita akan disesatkan dan menyembah antikris.

Wahyu 13: 11-15
13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
13:12. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
13:15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

Ayat 11= inilah nabi palsu. Hati-hati! Jangan lihat penampilannya! Seringkali baik, tetapi tidak benar. Nikahnya tidak benar, semua tidak benar, itu adalah nabi palsu.

Kalau iman hanya melihat tanda jasmani--apalagi kesembuhan-kesembuhan--, hati-hati! Ia akan disesatkan--mengikuti ajaran sesat--dan penyembahannya juga palsu--mengarah pada antikris. Nabi palsu tampil dengan ajaran dan mujizat palsu, hanya untuk mengarahkan kepada penyembahan palsu, yaitu penyembahan kepada antikris.


Iman karena melihat, sebenarnya tidak percaya--iman yang rapuh; tidak beriman.
Di Ibrani, iman adalah bukti dari apa yang tidak kita lihat.

Kalau tidak beriman, yang memberi adalah setan.
Setan bisa datangkan apapun, termasuk mobil, kesembuhan dan sebagainya.

Sekarang malah diajar untuk melihat dahulu. Itu berarti tidak beriman; tidak percaya kepada TUHAN! Kalau kita tidak melihat, tetapi percaya pada TUHAN, itulah iman. Jangan dibodohi hari-hari ini. TUHAN tolong kita semua.

Yohanes 20: 24
20:24. Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

Ayat 24= Yesus yang bangkit datang, tetapi Tomas tidak ada. Karena Tomas sudah ragu-ragu: Mana Yesus? Yesus sudah mati.

Salah satu praktik dari iman karena melihat adalah Tomas tidak ada bersama murid-murid yang lain saat Yesus yang bangkit menampakkan diri di tengah-tengah mereka, artinya jika kita memiliki iman karena melihat, kita pasti menjauhi, bergosip, dan menentang persekutuan tubuh Kristus yang benar, yang menampilkan pribadi Yesus--firman pengajaraan yang benar, yang mengandung kuasa kebangkitan.

Bukan hanya menjauhi dan menentang yang benar, tetapi juga masuk ke persekutuan yang salah--melihat kedudukan, uang dan sebagainya.
Kita harus hati-hati! Kalau imannya benar, pasti mendukung persekutuan yang benar.

Yesaya 30: 1-3
30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2. yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
30:3. Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu.

yang bukan oleh dorongan Roh-Ku = tanpa Roh Kudus.
yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku= tanpa pengajaran.
naungan Mesir= bukan naungan TUHAN, tetapi naungan lainnya: uang, kedudukan, sanjungan, dipuji.

Ayat 3= kalau naungan TUHAN, akan memuliakan kita sampai duduk di takhta, tetapi naungan Mesir menodai kita.

Pilih naungan yang mana? Bergantung pada iman kita. Kalau iman kita karena melihat--berarti tidak percaya--pasti memilih naungan uang, kedudukan, pujian dan sebagainya, tetapi naungan Mesir akan menodai dan memalukan kita.
Kalau naungan TUHAN, akan memuliakan kita selama-lamanya.

Persekutuan yang tidak benar--persekutuan Mesir--adalah persekutuan yang menampilkan hal-hal dunia, yaitu figur pendeta, artis, kedudukan, uang, organisasi dan sebagainya, tetapi tanpa firman pengajaran yang benar; tanpa Yesus.

Murid-murid yang berkumpul hanya 10 orang--dikurangi Yudas dan Tomas--, dan Tomas berkumpul dengan yang lainnya karena ia mengandalkan Mesir.
Akibatnya: dinodai dan dipermalukan; malah menambah dosa--bergosip dan sebagainya.

Kaum muda juga! Persekutuan dimulai dari dalam nikah. Kalau memilih naungan Mesir, satu waktu akan dipermalukan dan dinodai. Hati-hati!

"Semuanya menjadi persoalan. Yang datang sedikit, menjadi persoalan. Yang diurus yang datang, bukan yang tidak datang. Kalau tidak, malah menjadi gosip: Siapa yang tidak datang? Inilah menambah dosa."

Perhatikan juga soal pernikahan! Kalau tidak ada pengajaran benar--hanya melihat figur manusia--, hanya akan menambah dosa. Yang dilihat nomor satu adalah ada pengajaran benar atau tidak.

Dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar--menampilkan firman pengajaran yang benar--, ada kesempatan besar untuk kita disucikan sehingga iman kita bertambah-tambah sampai sempurna.
Karena yang ditampilkan pengajaran yang benar, maka tidak ada yang bisa dilihat, tetapi hanya untuk didengar. Ini yang kita gunakan!
Kalau Mesir, ada figur orang, dan uang. Ini bisa dilihat semuanya.

Roma 10: 17
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman yang benar berasal dari firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus; firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; firman pengajaran yang benar. Kita hanya mendengar firman sampai mendapatkan iman yang benar.

Roh Kudus itu sebagai guru kita--menerangkan kepada kita. Mulai dari anak-anak sekolah minggu, diarahkan untuk mendengar, bukan untuk melihat sesuatu! Kaum muda remaja juga. Mengarahkan kaum muda bukan melihat ini itu, tetapi mendengar. Sampai ibadah raya seperti malam ini. Kalau melihat, bahaya, itu Mesir. Kalau mendengar, bahagia, itu sorga!

Yohanes 14: 26-27
14:26. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
14:27. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Selain membukakan firman, Roh Kudus juga menolong kita yang mendengarkan firman. Roh Kudus adalah Roh yang tidak terbatas, sanggup untuk:

Mengajarkan firman pengajaran yang benar sehingga tidak bisa dibatasi oleh tingkat pendidikan, usia, waktu dan sebagainya. Sebab itu kita berdoa: Urapi TUHAN.
Biar latar belakang kita tidak sama, umur tidak sama, tetapi kalau ada Roh Kudus--Guru Besar--pasti bisa.

"Kalau saya, tidak bisa. Saya mantan guru juga, tetapi mengajar murid yang umurnya hampir sama, tingkat pendidikannya juga sama. Baru saya bisa mengajar dengan kekuatan pengetahuan. Kalau mengajar doktor mana bisa? Ada juga yang SD, SMP, mau mengajar bagaimana? Sekarang di Lempin-El ada Master Theologia, Sarjana Ekonomi, SMU. Yang mengajar adalah Roh Kudus. Kita bergantung kepada Roh Kudus, itu yang lebih mengerti dari kita."

"Menurut psikologi, kemampuan otak manusia dalam menerima pelajaran adalah 45 menit. Kalau pandai matematika mungkin bisa sampai 1,5 jam, kalau tidak pandai mungkin hanya 5 menit sudah tidur. Inilah manusia. Tetapi kalau Roh Kudus tidak terbatas."

Karena itu berdoa sungguh-sungguh, supaya Roh Kudus menguasai kita. Tidak dibatasi oleh apapun juga.


Roh Kudus mengajarkan sampai kita bisa mengerti firman pengajaran yang benar.
Kemudian kita percaya/yakin pada firman pengajaran yang benar, sehingga firman pengajaran yang benar menjadi iman yang benar di dalam hati--bukan iman karena melihat--dan kita selalu mengingat firman pengajaran yang benar.

Mengingat firman bukan menggunakan otak, tetapi di hati. Kalau firman sudah ada di hati, kita tidak akan pernah lupa. Ini gunanya. Mungkin kita sekarang menerima firman dengan biasa saja, karena semua enak. Tetapi kalau menjadi iman, satu waktu saat gelombang datang, kita ingat pada firman dan kita kuat.

Kalau firman pengajaran benar menjadi iman di hati, kita bisa mengalami damai. Mau takut, marah, kita ingat firman, hati tetap damai.
Hati damai sejahtera, itu adalah bukti ada iman yang benar di dalam hati kita.

Damai sejahtera= hidup dalam kebenaran. Sekalipun ada gelombang, jangan gelisah! Tetap jaga hati damai!
Dari perkataan, tulisan, komentar, bisa dilihat hati lagi damai atau tidak.


Kemudian masih lanjut lagi. Roh Kudus bukan hanya menolong kita untuk mendengar, mengerti, dan percaya/yakin firman, tetapi sampai praktik firman. Inilah kekuatannya. Kalau daging, tidak bisa.

Seperti perintah TUHAN kepada Abraham: Abraham sembelihlah anakmu! Mana bisa? Memukul anak saja kita tidak mau.

Inilah kesalahan kita, semestinya kalau anak nakal dipukul, tetapi kita tidak mau. Akhirnya kita susah dalam mendidik anak. Kita melawan alkitab, dengan kasih daging.
Alkitab bilang: Pukul anakmu dengan rotan! Itu kasih untuk menolong dia. Tetapi seringkali kita memakai logika: Kasihan.

Roh Kudus akan menolong kita untuk praktik firman.

Abraham bisa mempersembahkan anaknya, karena ada Roh Kudus. Kalau daging, tidak mampu. Kalau ada Roh Kudus, kita takut berbuat dosa.
Praktik firman= perbuatan iman, sehingga iman menjadi sempurna.

Inilah persekutuan yang benar--nikah yang benar, pengggembalaan yang benar, dan antar-penggembalaan yang benar--, yaitu kesucian bertambah dan imannya bertambah sampai sempurna, bukan dosanya.

Kalau persekutuan yang salah--tidak mendengarkan firman, hanya lihat orang--, dosanya yang bertambah.

Yakobus 2: 21
2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Kalau imannya sempurna, kita bisa dibawa pada hidup sempurna. Buli-buli tanah liat kalau diisi firman sampai praktik, bisa menjadi buli-buli emas berisi manna.
Jangan salah hari-hari ini!

Setelah dikoreksi, ternyata Tomas tidak punya iman--hanya lihat yang enak bagi daging--dan akhirnya sampai pada persekutuan yang tidak benar dan menambah dosa-dosa. Yang dilihat hanya naungan jasmani terus, bukan naungan TUHAN.

Malam ini, malam Paskah yang indah, TUHAN juga mengoreksi iman kita. Kalau Tomas, rasul yang hebat, tetapi imannya karena melihat, bagaimana kita? Harus hati-hati dalam mendengar firman! Harus fokus sungguh-sungguh pada firman pengajaran yang benar.

Kalau iman ditambah perbuatan iman, hasilnya:

Yohanes 20: 30-31
20:30. Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31. tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Hasil pertama: kita memperoleh hidup dalam nama Yesus, yaitu hidup dari iman sehingga kita mengalami berkat Abraham--berkat sampai anak cucu--pemeliharaan, dan berkat hidup kekal.

Ini merupakan naungan TUHAN kepada kita.
Jika kita taat dengar-dengaran; mempunyai iman dan perbuatan iman, maka ada naungan dari TUHAN.


Yohanes 21: 3-6, 11
21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
21:4. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
21:5. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6. Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
21:11. Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak

Ayat 3: Petrus tidak taat. Diperintahkan menangkap manusia, tetapi malah menangkap ikan. Akhirnya tidak dapat apa-apa.

Hasil kedua: kita mengalami mujizat.

Kalau tidak taat, tidak akan menangkap apa-apa.
Kalau taat, sekalipun situasinya tidak sesuai logika--menebarkan jala siang hari, di tepi pantai--, tetapi bisa menangkap ikan.

Tadinya, murid-murid gagal--semalam-malaman bekerja keras dengan pengalaman, kepandaian, tetapi gagal. Seringkali kita diizinkan gagal oleh TUHAN. Maksud TUHAN adalah supaya kita mengalami mujizat TUHAN, asalkan kita mempraktikkan firman pengajaran apapun resikonya--tidak cocok tempatnya, waktunya dan sebagainya. Saat gagal, jangan berputus asa!

Mari, hidup dari iman hari-hari ini.
Mereka menangkap 153 ekor ikan [100+50+3]. Ini mujizat secara rohani:


100= 10 x 10= taat dengar-dengaran.


10 [pertama]: 10 hukum Allah atau firman untuk didengarkan.
10 [kedua]: dengar-dengaran.


50= pentakosta= setia dan berkobar-kboar dalam ibadah pelayanan.
3= pembaharuan tubuh, jiwa, dan roh kita, yaitu jujur--jangan berdusta.

Efesus 4: 21-25
4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan = daging atau tubuh.
roh =roh.
pikiranmu = jiwa.

mengenakan manusia baru = tubuh, jiwa, roh dibaharui.
Kehidupan yang sudah menerima pengajaran harus sudah berubah, yaitu jujur.


Jadi, 153= taat, setia, dan jujur. Kalau kita bisa taat, setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, dan jujur, itu sudah mujizat terbesar dan hidup kita dihitung oleh TUHAN; sama dengan berada di dalam pelukan tangan kasih karunia anugerah TUHAN yang tidak pernah habis.
1+5+3= 9= angka kasih karunia.

Dipeluk oleh tangan kasih karunia TUHAN, artinya:


Hakim-hakim 2: 18
2:18. Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.

Yang pertama: mungkin kita merintih--letih lesu, beban berat dalam nikah, ekonomi--, tetapi malam Paskah ini semua jadi enak dan ringan; segala letih lesu dan beban berat sudah ditanggung oleh TUHAN. Serahkan semua kepada TUHAN!


Matius 15: 21-22
15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

Yang kedua: tangan anugerah TUHAN sanggup memulihkan nikah dan buah nikah yang hancur; juga menyembuhkan penyakit kita, baik secara tubuh dan ekonomi; nikah dan buah nikah disatukan. Semua menjadi pulih dan sehat.


Matius 18: 27
18:27. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Di sini ada hamba yang berhutang kepada raja, dan tidak bisa membayar--semuanya termasuk anak-anaknya mau disita. Lalu dia memohon kepada raja dan raja--TUHAN--berbelas kasihan.

Yang ketiga: tangan kasih karunia anugerah TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil, termasuk hutang-hutang jasmani, sampai menyelesaikan semua dosa kita [di kayu salib, Yesus berseru: Sudah selesai!]. Ini sama dengan kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti Dia.

Kita menjadi mempelai wanita yang layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, kita duduk bersanding di takhta sorga--puncak naungan.


Jika dipeluk atau dinaungi oleh tangan kasih karunia anugerah TUHAN, maka semuanya menjadi enak dan ringan, semuanya pulih dan sehat, semuanya selesai. Masalah jasmani selesai, rohani juga selesai.

Jaminannya adalah perjamuan suci. Kalau sudah selesai, berarti sudah pulih dan semuanya enak dan ringan.

Serahkan hidup ini untuk dipeluk dan dinaungi oleh tangan anugerah TUHAN.
Mungkin masih dalam kekurangan, masih tidak layak, banyak hutang-hutang dosa, malam Paskah ini serahkan kepada TUHAN! Kita berada dalam pelukan tangan TUHAN yang besar, tidak pernah berubah, dan tidak pernah habis. Semua enak-ringan, semuanya pulih-sehat dan semua selesai pada waktunya.

Dunia semakin jahat dan najis, biarlah kita semakin erat dipeluk dalam tangan TUHAN sampai kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga. Biarlah kita pulang malam ini dalam pelukan tangan TUHAN.

TUHAN memberkati.


Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih
Jl WR Supratman no 4
Surabaya

dilihat : 6749 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution