Senin, 18 Juni 2018 18:07:31 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 399664
Hits hari ini : 933
Total hits : 3630471
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Sejarah Singkat Berdirinya Gereja Mission Batak (GMB)
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 18 Oktober 2015 23:19:21
Sejarah Singkat Berdirinya Gereja Mission Batak (GMB)
Awal berdirinya dengan nama “MISSION BATAK”, kemudian setelah bergabung dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) disempurnakan menjadi GEREJA MISSION BATAK dengan singkatan GMB.

Gereja Mission Batak [GMB] resmi berdiri pada hari Minggu tanggal 17 Juli 1927 di tandai dengan di adakannya Kebaktian Pertama di suatu ruangan Sekolah METHODIST BOY’S SCHOOL yang terletak di Jalan Hakka di depan Gedung Olympia, yang dihadiri 30 orang Kristen di Kota Medan, kebaktian ini dilayani oleh Vorg. MAHADI SIREGAR.

Gereja Mission Batak (GMB) didirikan pada saat bergejolaknya Perjuangan Nasionalisme di Indonesia. Sejumlah anggota jemaat Kristen Batak pada waktu itu melihat, memperhatikan dan merasakan, para pelayan Eropa tidak lagi dalam “satu kata dan perbuatan” misalnya dalam Guguan, Pelayanan Sakramen dan bentuk pelayanan lainnya, di tambah lagi dengan Penetrasinya terhadap anggota jemaat pribumi guna mempertahankan dominisi mereka atas “Sleutel Posities” dalam kehidupan gereja dan di perparah lagi penolakan terhadap permohonan agar berdirinya gereja di daerah Medan Timur [Jalan Bali/ Veteran yang bebahasa Batak] karena Gereja yang berbahasa Batak letaknya jauh di Jalan Cokrominoto pada waktu itu. Maka di dirikanlah Gereja ini dengan satu Semboyan “NASIONALISME – SELFSTANDING – MERDEKA dan MANJUJUNG BARINGINNA” dan semboyan ini benar - benar dilaksanakan di dalam kehidupan Gereja Missison Batak [GMB].

Pada akhir tahun 1927 ditahbiskan Pendeta pertama di Gereja Mission Batak [GMB] yaitu Pdt. Kenan Hutabarat yang dilaksanakan oleh Pdt.Gerhat Lumbantobing.

Untuk mendukung peribadahan di Gereja Mission Batak [GMB] maka dibuatlah nyanyian rohani Gereja Mission Batak yang syairnya diciptakan oleh Gereja Mission Batak sendiri dan lagu - lagu Nyanyian Rohani tersebut dikutip dari Christ of Song [Ch] dan Gospel in Song [GS]. Dan pada tahun 1970 buku nyanyian tersebut dilengkapi dengan Buku Logu [BL]. Serta Gereja Mission Batak membuat Agenda untuk dipergunakan dalam setiap peribadahan.

Pada waktu itu, seiring dengan berjalannya pelayanan Gerejawi di Gereja Mission Batak [GMB] sekitar tahun 1931, ada sekelompok / perorangan yang tidak meyukai berdirinya Gereja Mission Batak. Berbagai fitnahan dilontarkan terhadap Gereja Mission Batak. Yang paling menyedihkan dan sangat keji kelompok/ perorangan itu mengatakan anggota jemaat Gereja Mission Batak adalah orang – orang “komunis”. Karena termakan fitnahan waktu itu, Pemerintah Hindia Belanda melalui Jawatan Kepolisiannya bernama POLITIEKE INTICHITIGGENT DIENST [PID] melakukan pemeriksaan dan imtimidasi terhadap warga jemaat Gereja Mission Batak.

Banyak warga Gereja Mission Batak yang menderita, kehilangan pekerjaan, pengungsian akibat tekanan yang dilakukan POLITIEKE INTICHITIGGENT DIENST [PID]. Bahkan surat Ijin memakai ruangan sekolah Methodist Boy”s School di cabut, sehingga kebaktian Gereja di lakukan secara berpindah - pindah dari rumah ke rumah antara lain ke Jalan Lombok No. 13 Medan.

Penderitaan dan pengungsian Jemaat akibat imtimidasi yang dilakukan berlangsung cukup lama. Setelah dilakukan penelitian, ternyata fitnah yang mengatakan warga Jemaat Gereja Mission Batak adalah “Komunis” serta “Ajaran Sesat” Tidak Benar, maka pada tanggal 26 Pebruari 1936 Pemerintah Hindia Belanda memberikan Pengakuan [Rechtperson] No. 28 dan diumumkan di Javasche Courant pada tanggal 24 Maret 1936 dengan nomor 24.

Atas pertolongan Tuhan Gereja Mission Batak pada tahun 1934 mendapatkan tanah hibah dari Sultan Deli, maka didirikanlah bangunan Gereja di Jalan Balam No. 6, kemudian tahun 1970 Bangunan Gereja menghadap ke Jalan Penyabungan saat ini. Dan sebelumnya, pada tahun 1935 Gereja Mission Batak mendirikan Gedung Sekolah yang diberi nama “Christelijika School HIS” yang seluruh biaya pendirian bangunannya berasal dari swadaya anggota jemaat.

Pada tangggal 1 Juli 1937 Gereja Mission Batak, menjalin hubungan dengan Federatie Gereja dengan Gereja Punguan Kristen Batak [GPKB] dan pada tahun 1940 dengan H.Ch.B [sekarang bernama Huria Kristen Indonesia - HKI].

Azas dan tujuan sejak berdirinya Gereja Misson Batak pada tanggal 17 Juli 1927 adalah:

a. Mempercayai Allah Bapa dan AnakNya Tuhan Yesus Kristus serta Persekutuan Roh kudus.
b. Memberitakan [Mission /Marturia] berita Injil yang terdapat dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta berpedoman pada Pengakuan Iman Rasuli dan Katichismus Dr. Marthin Luther.


Demikianlah sejarah ringkas berdirinya Gereja Mission Batak (GMB), kiranya Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja senantiasa menyertai kita sekalian. Amin

Gereja Mission Batak (GMB)
Tahun 2013


Sumber: http://wartakantorgmb.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-singkat-berdirinya-gereja.html

dilihat : 9999 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution