Senin, 18 Juni 2018 18:20:21 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Merawat Kebhinnekaan Menolak Intoleransi
Beragam peristiwa telah mewarnai sejarah perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di tahun 2017, dinamika yang diwarnai unsur konflik intoleransi muncul kepermukaan .



Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 399664
Hits hari ini : 1061
Total hits : 3630599
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kerasukan Setan Bisa Menimpa Siapa Saja
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 04 Oktober 2014 03:00:56
Kerasukan Setan Bisa Menimpa Siapa Saja

Salam sejahtera, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita semuanya.

Kita akan belajar dalam Markus 5: 1-20.
Yaitu tentang pelayanan Yesus yang diperhadapkan pada orang yang kerasukan setan di Gerasa.

Penyakit kerasukan setan menimpa segala lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Malam ini kita akan belajar tentang kerasukan setan secara rohani.

MENIMPA ANAK-ANAK
Matius 17: 15, 19
17:15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
17:19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"

Ay. 15 = penyakit ayan yang disebabkan oleh kerasukan roh.

Ada dua macam tanda anak-anak kerasukan setan secara rohani:

sering jatuh ke dalam api.
Api adalah:

api semangat dunia.
Jadi, anak-anak yang kerasukan setan secara rohani memiliki api semangat, tetapi sayang, semangatnya berasal dari api dunia.
Tandanya: tidak setia dalam ibadah pelayanan, tetapi
semangat dalam mengerjakan segala sesuatu, mengejar cita-cita, dan sebagainya.

api dosa, yaitu dosa sampai puncaknya dosa.
Ada 2 macam dosa, yaitu:

yang pertama: Dosa kenajisan.
Kejadian 19: 4, 11
19:4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu.
19:11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.

Ini cerita tentang Sodom dan Gomora.
dari yang muda sampai yang tua dan dari yang kecil sampai yang besar = dosa kenajisan menimpa mulai dari anak-anak.
Oleh sebab itu mulai hari ini, anak-anak kita harus kita waspadai, sebab roh kenajisan bukan hanya menimpa orang dewasa, tetapi juga menimpa anak-anak. Roh merasuk mulai dari anak-anak, sehingga anak-anak akan jatuh ke dalam dosa bahkan sampai puncaknya dosa.

Kisah Para Rasul 9: 1
9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,

Yang kedua: dosa kejahatan, yaitu dosa pembunuhan/kebencian.
Anak-anak yang berada dalam pengaruh roh jahat memiliki api, tetapi api kebencian.

Markus 13: 12
13:12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

Siapa yang dibenci oleh anak yang dirasuk roh?: saudara dan orang tuanya yang mengasihi dia.


jatuh ke dalam air.
Air menunjuk pada kesegaran dunia/arus dunia.
Kesegaran dunia meliputi tontonan-tontonan yang tidak baik.

"Hati-hati juga mengenai internet! Kalau mau digunakan untuk yang baik, tidak apa-apa. Tetapi kalau sudah kecanduan, ini tidak baik. Saya pernah membaca sekilas, ternyata ada yang sampai kecanduan dan bahkan sampai diterapi. Kecanduan karena apa? Karena hal-hal yang negatif."

Ajubatnya: penderitaan. Baik dirinya sendiri menderita dan orang disekitarnya termasuk orang tua dan saudara-saudaranya juga dalam penderitaan.

Kalau malam hari ini, mungkin kita berada pada posisi seperti anak yang kerasukan setan, jangan putus asa, sebab masih ada jalan keluarnya. Yaitu:

harus bertemu dengan Yesus lewat sepatah kata Firman.
Kalau ada anak-anak yang kerasukan setan, jangan dijauhkan dari Tuhan, tetapi harus kita dorong untuk bisa mendengarkan Firman Tuhan = kita dorong untuk dapat bertemu dengan Yesus.
Sebab, di luar Yesus/di luar Firman pengajaran, tidak ada pertolongan. Murid-murid Yesus tidak dapat mengusir setan tersebut, ini menunjuk ada usaha tetapi kalau tanpa firman, maka tidak akan bisa.

sikap orang tua harus banyak menyembah Tuhan.
Orang tua juga berarti seorang gembala. Kalau ada anak-anak yang kerasukan setan, maka kita harus banyak menyembah/tersungkur di bawah kaki Tuhan. Maka tangan Tuhan akan diulurkan lewat sepatah kata Firman dan anak itu akan mendapat kesembuhan.

MENIMPA ORANG-ORANG TUA
Ada dua macam orang tua:

Ibu-ibu/isteri.
Lukas 13: 11
13:11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Dua tanda seorang ibu/isteri yang dirasuk roh:

bungkuk secara rohani.
Bungkuk = kuatir (Amsal 12: 25)
Apa yang biasa dikuatirkan?: tentang apa yang dimakan, diminum, dipakai dan tentang masa depan (Matius 6: 1-34).

Akibat dari kekuatiran adalah tidak bisa mengutamakan Tuhan lebih dahulu = tidak bisa mencari kerajaan Allah lebih dahulu.

Amsal 25: 26
25:26 Seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor, demikianlah orang benar yang kuatir di hadapan orang fasik.

Awasan!: Seringkali, kita mengutarakan kekuatiran kita pada orang-orang yang tidak beriman (orang fasik) = seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor = mengeruhkan/mengotori, sehingga orang lain akan bertanya, Katanya orang Kristen, kok begitu?
Kalau untuk hamba Tuhan, Katanya hamba Tuhan, tapi kok sampai cerita pada orang di luar Tuhan?

bungkuk selama 18 tahun.
18 = 666
Artinya: tubuh, jiwa, dan rohnya tetap manusia darah daging, tidak mengalami keubahan hidup.

2 Timotius 3: 1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Siapa mereka?:
mereka menjalankan ibadah mereka = seringkali yang terkena penyakit bungkuk rohani adalah anak-anak Tuhan/pelayan-pelayan Tuhan yang berada dalam ibadah pelayanan, tidak mengalami keubahan hidup.
Kalau 18 tabiat daging ini masih ada, terutama dalam pelayan-pelayan Tuhan (= tidak mengalami keubahan hidup), maka kehidupan itu sedang berada dalam pengaruh roh jahat.

tidak dapat berdiri dengan tegak = tidak punya pendirian yang benar.
Tidak tegak artinya mudah diombang-ambingkan.

Yang benar adalah Firman pengajaran yang benar = tertulis dalam Alkitab dan ayat yang satu menerangkan ayat yang lain = mempunyai pendirian yang tegak.
Kalau mudah diombang-ambingkan berarti berada dalam pengaruh roh jahat. Seperti Hawa yang diombang-ambingkan karena mendengar suara ular = tidak berdiri dengan tegak dan akhirnya jatuh.

Jalan keluarnya:

tetap tinggal di Bait Allah sampai bertemu dengan Yesus. Sekarang artinya, jangan tinggalkan Bait Allah sampai bertemu Firman pengajaran yang benar.

Isi dari Firman pengajaran yang benar:

menyatakan apa yang salah,menegor, menasehati.

setelah menerima Firman pengajaran yang benar, maka Tuhan memanggil kita, artinya, kita kena Firman (= kita merasa Firman sedang menunjuk kesalahan kita dan menegor kita).
Saat-saat kita kena Firman adalah saat yang menentukan bagi kita.

Kalau kita mau dipanggil maka terjadi kesembuhan, yaitu tangan Tuhan diulurkan sehingga masalah selesai (bungkuk 18 tahun menjadi sembuh).
Kalau tidak menerima panggilan Tuhan (tidak mau kena Firman, malah menunjuk dosa orang lain), maka akan tetap menderita sampai dibinasakan selamanya bersama dengan roh-roh jahat.

bapak-bapak/suami/gembala.
Tandanya:

Markus 5: 2
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

Tanda pertama: Lebih senang berada di kuburan daripada di rumah.
Kuburan menunjuk pada tempat-tempat perpanjangan tangan maut, itulah tempat-tempat dosa sampai puncaknya dosa.
Kalau suami masih lebih senang berada di kuburan/tempat-tempat dosa, berarti dia sedang berada dalam pengaruh roh jahat.

Markus 5: 3-4
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

Tanda kedua: tidak mau terikat = tidak mau tergembala.
Kalau tergembala, memang daging kita diikat/dibatasi.
Kalau tidak mau tergembala/tidak mau terikat pada Firman, maka orang itu tidak akan mau menuruti aturan.

"Jadi, bukan hanya sidang jemaat saja yang harus menuruti peraturan. Kami para gembala, banyak kali tidak taat aturan. Kalau sudah diatur begini, Ah, tidak, saya maunya begitu."


Markus 5: 5
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

Tanda ketiga: berkeliaran, kadang di bukit-bukit, kadang di kuburan.
Bukit sebenarnya menunjuk pada tempat Yesus untuk berdoa.

Ini menunjuk kehidupan yang tidak setia, kadang berada di bukit (tergembala) tetap kadang berada di kuburan (tempat-tempat dosa).
Malam ini ibadah kita diperiksa, apakah kita sudah setia atau masih berkeliaran, kadang di gunung kadang di kuburan.

Ini siasat Firaun. Pada waktu bangsa Israel mau keluar dari tanah Mesir, tidak diperbolehkan beribadah sehingga Mesir dihukum oleh Tuhan dengan sepuluh tulah. Akhirnya Israel diperbolehkan beribadah, tetapi di Mesir saja = suasana ibadah yang campur-campur, kadang di bukit, kadang di kuburan-kuburan.

Akibat kalau lebih suka berada di kuburan daripada di rumah, tidak mau tergembala dan tidak setia:

suka berteriak-teriak = suka menyakiti orang lewat perkataan.
Misalnya, isteri sudah dekat, tetapi masih diteriaki oleh suami.

terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
Markus 5: 5
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

memukuli dirinya dengan batu = suami (kepala) memukuli istri (tubuh).

Akibatnya: terpisah dari isteri, anak, saudara dan masyarakat sekitar. Kalau hamba Tuhan tidak menuruti aturan, maka akan terpisah dari masyarakat sekitar.

Kesaksian:
"Saya menceritakan ini bukan untuk mempermalukan orang lain, tetapi untuk menunjukkan bagaimana kalau kita tidak menuruti aturan yang membuat terpisah dari masyarakat sekitar.
Suatu kali saya disuruh mengantar undangan kepada seorang hamba Tuhan. Waktu saya antar undangannya, ternyata orangnya tidak ada. Lalu saya tanya ke tetangga-tetangganya, Di mana orang ini? dan dijawab,
Oh, sudah kami usir pendeta ini.
Saya tanya, Lho, kenapa kok sampai diusir? Saya berpikir, kenapa kok diusir pendeta ini? Jangan-jangan kalau saya mengaku sebagai pendeta, saya juga akan diusir.
Dan dijawab, Karena tidak menuruti aturan."

Kalau dibiarkan, akan terpisah dari Yesus.
Artinya: kehidupan itu bersama-sama dengan demon-demon sampai dibinasakan selamanya.

Jalan keluar bagi bapak-bapak/suami yang kerasukan setan adalah bertemu dengan Yesus = bertemu dengan sepatah kata Firman.
Artinya: mendengar sepatah kata Firman sampai mengerti, percaya dan yakin pada sepatah kata Firman. Maka terjadi kesembuhan.
Jangan membantah sepatah kata Firman, sebab didalamnya ada kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan kita.

Tanda kalau sudah sembuh/dilepaskan dari roh-roh jahat:
Markus 5: 15
5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.

berpakaian.
Tadinya, orang yang dirasuk setan tidak berpakaian.
Pada awal penciptaan manusia, pakaian dibuat untuk menutup ketelanjangan, sebab kalau telanjang menjadi malu.
Berpakaian artinya malu karena berbuat dosa.


duduk = tergembala dengan baik = tertambat pada pokok anggur yang benar.
waras = bisa tenang dan menguasai diri.
Bisa menguasai diri artinya bisa menguasai lidah.
Yakobus 3: 3-5
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Menguasai lidah artinya:

berkata benar.
Ya katakan "ya", tidak katakan "tidak".
Kalau benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar, termasuk dalam hal pengajaran, maka kehidupan itu belum waras.


lidah tidak salah dalam perkataan = sempurna.
Yakobus 3: 2
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Hasil kalau kehidupan itu sudah berpakaian, tergembala dan waras:
Matius 12: 43-45
12:43 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
12:44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
12:45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Bersih tersapu = kehidupan kita mulai disucikan.
Rapi teratur = semua mulai diatur oleh Tuhan/kehidupan itu mulai teratur.

hari ini biarlah kita periksa kehidupan kita, apakah pelayanan kita sudah teratur, jam-jam doa apakah sudah teratur, pekerjaan kita apakah sudah teratur. Kalau masih belum teratur berarti roh jahat itu masih ada.

kehidupan itu dipakai oleh Tuhan/menjadi saksi = menjadi terang.
Markus 5: 19-20
5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
5:20 Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Artinya: menjadi terang dalam nikah rumah tangga, terang di depan semua orang sampai menjadi terang dunia (=kehidupan yang sempurna).

Awasan!:
Markus 5: 9
5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."

Satu orang tetapi dikuasai legion. Bagaimana bisa?
Dalam Matius 12: 43-45, kalau seseorang dilepaskan dari satu roh jahat, maka roh jahat itu akan keluar dan beredar-edar. Kalau roh jahat itu mendapati kehidupan itu seperti rumah yang sudah disapu bersih tetapi dalam keadaan kosong, maka roh jahat itu akan kembali dan membawa tujuh roh jahat lain yang lebih jahat, sehingga kehidupan itu keadaannya lebih buruk dari yang sebelumnya.

Ibrani 3: 6
3:6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Siapa yang harus menjadi isi/menjadi kepala dalam rumah kehidupan kita?
Yesus harus menjadi kepala dalam rumah kehidupan kita, supaya keadaan kita tidak kosong.
Kalau rumah kehidupan kita kosong, maka tujuh roh jahat yang lain akan masuk dan keadaan kita menjadi lebih buruk dari yang semula.

Yesus dalam tiga pribadi:

Pribadi Yesus dalam bentuk Firman.
Yohanes 1: 1, 14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman itu telah menjadi manusia = ribadi Yesus.

Jadi, supaya tidak kosong, maka kehidupan kita harus diisi dengan Firman.
Bukti bahwa Firman diisikan dalam kehidupan kita:
berpegang teguh pada iman (= firman pengajaran yang benar) = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
Kalau berpegang teguh pada firman pengajaran benar, kita tidak susah untuk diisi Firman, tidak menambah dan tidak mengurangi Firman.
Ada satu contoh kehidupan yang diisi Firman tetapi bimbang sehingga menjadi kosong dan keadaannya lebih buruk dari sebelumnya.
1 Raja-raja 13: 8-9
13:8 Tetapi abdi Allah itu berkata kepada raja: "Sekalipun setengah dari istanamu kauberikan kepadaku, aku tidak mau singgah kepadamu; juga aku tidak mau makan roti atau minum air di tempat ini.
13:9 Sebab beginilah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air dan jangan kembali melalui jalan yang telah kautempuh itu."

= tentang nabi tua dan nabi muda.

Ay. 9 = Firman yang diucapkan langsung oleh Tuhan.
Nabi muda berpegang teguh pada perintah Tuhan saat menghadapi raja, yaitu tidak boleh makan roti dan minum air, sehingga dia berhasil.

1 Raja-raja 13: 11, 18
13:11 Di Betel diam seorang nabi tua. Anak-anaknya datang menceritakan kepadanya segala perbuatan yang dilakukan abdi Allah pada hari itu di Betel. Mereka menceriterakan juga kepada ayah mereka perkataan yang dikatakannya kepada raja.
13:18 Lalu jawabnya kepadanya: "Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air." Tetapi ia berbohong kepadanya.

Tetapi, saat nabi muda berhadapan dengan nabi tua, dia dibohongi oleh nabi tua dan menuruti nabi tua karena sungkan, sehingga nabi muda mati diterkam singa.
Jadi, berpegang teguh pada firman pengajaran benar bukan urusan sembarangan. Apa yang Tuhan firmankan, kita pegang, jangan mau digoyahkan.

1 Raja-raja 13: 23-24
13:23 Setelah orang itu makan roti dan minum air, dipelanailah keledai baginya.
13:24 Orang itu pergi, tetapi di tengah jalan ia diserang seekor singa dan mati diterkam. Mayatnya tercampak di jalan dan keledai itu berdiri di sampingnya; singa itu pun berdiri di samping mayat itu.

Kalau tidak berpegang teguh pada firman pengajaran benar, resiko bukan ditanggung orang lain, tetapi ditanggung diri sendiri.

Matius 1: 20
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Yang kedua adalah pribadi Yesus sebagai Roh Kudus.
Kita diisi oleh Roh Kudus lewat ketekunan dalam Ibadah Umum.
Hasil kalau diisi oleh pribadi Yesus sebagai Roh Kudus adalah kehidupan itu bisa taat dengar-dengaran. Hanya bisa berkata, “Ya Abba, ya Bapa” sekalipun harus menghadapi keadaan seperti Abraham yang disuruh menyembelih Ishak.

Kalau ada Firman dan Roh Kudus, maka setan tidak bisa masuk, sebab ada Yesus sebagai Kepala.

Yang ketiga: pribadi Yesus sebagai kasih Allah.
Yohanes 3: 16
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yesus adalah kasih Allah.
Kasih Allah harus diisikan dalam kehidupan kita lewat ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Bukti kehidupan itu diisi oleh kasih Allah adalah bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Mengasihi sesama seperti diri sendiri adalah apa yang kita ingin orang lain lakukan terhadap kita, kita harus perbuat dahulu kepada orang lain.
Kalau ingin isteri berkata manis, maka suami harus berkata manis dulu terhadap isteri. Kalau atasan ingin dihargai oleh bawahan, maka atasan harus menghargai bawahan terlebih dahulu.

Hasil kalau kita diisi oleh kasih Allah:
Markus 12: 33-34
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah = kita sudah bisa merasakan suasana Surga (suasana Firdaus) mulai sekarang.

Contoh: Kalau kita mau pergi ke Batu, saat tidak jauh dari kota Batu, kita sudah bisa merasakan hawanya yang dingin dan sejuk.
Jadi, kita mengarah ke surga atau neraka, ditentukan mulai dari sekarang. Apa yang kita rasakan sekarang? Kalau kita merasakan damai sejahtera dan kasih/mengasihi sesama, maka sebentar lagi kita masuk ke Surga. Tetapi kalau kita merasakan suasana kebencian dan pertengkaran, kapan mau ke surga? Cita-citanya ke surga, tetapi ternyata masuk ke neraka.
Sama seperti contoh yang sering diberikan bapak gembala. Saat kenaikkan kelas dimulai dari sekarang. Kalau sekarang nilainya 8, 9, 10, maka pasti naik kelas. Tapi kalau sekarang nilainya 3, 2, 1, maka sudah pasti tidak bisa naik kelas.

Semoga malam hari ini, mata hati kita terbuka. Kita bisa diisi oleh kasih Allah sehingga kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri. Maka suasana surga dapat kita rasakan hari-hari ini.

tidak ada lagi seorangpun yang berani bertanya pada Yesus = tidak ada lagi pertanyaan dalam kehidupan kita.
Banyak pertanyaan dalam kehidupan kita, dalam nikah banyak pertanyaan, masa depan, pekerjaan, pelayanan dan jodoh.
Tetapi, kalau kita diisi oleh kasih Allah, maka tidak ada lagi pertanyaan, karena Tuhan sudah menjawab semuanya dan Tuhan sanggup menjadikan segala-galanya baik dalam kehidupan kita.

Kehidupan yang kerasukan roh jahat, kalau mau bertemu Firman, sehingga diisi oleh firman, bertemu dengan Roh Kudus dan kasih Allah, maka Tuhan sanggup menjadikan semuanya baik dalam kehidupan kita.

Tuhan memberkati.

Pdp Youpri Ardiantoro
Gereja Pantekosta Tabernakel

dilihat : 3928 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution