Jum'at, 22 Juni 2018 00:52:57 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 151
Total pengunjung : 400446
Hits hari ini : 1654
Total hits : 3639711
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Orang Percaya
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 14 September 2014 10:50:29
Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Orang Percaya

Markus 9 : 23b, Jawab Yesus: Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya, ini merupakan jawaban YESUS bagi ayah dari seorang anak yang sakit ayan yang di dalam terj.lama disebut gila babi. Dan ini terjadi di bawah/di kaki gunung.

Tetapi di dalam Markus 9 ini juga ada kejadian/peristiwa di atas gunung yaitu mujizat TUHAN, tidak ada yang mustahil bagi TUHAN yaitu YESUS berubah, Wajah-Nya bersinar bagaikan matahari, pakaian-Nya putih berkilau-kilauan dan juga ada Musa. Ini sudah menunjuk sesuatu yang mustahil menjadi tidak mustahil. Kita ingat sebelum ia meninggal dunia, Musa sudah di vonis oleh TUHAN tidak boleh masuk Kanaan karena ia tidak taat. Disuruh untuk berbicara kepada gunung batu, tetapi
Musa memukul gunung batu itu dengan tongkat dan memang batu itu mengeluarkan air, tetapi Musa tidak diijinkan masuk ke dalam tanah Kanaan bahkan ia masuk ke dalam kuburan.

Ini juga merupakan pelajaran bahwa kita jangan hanya mengutamakan mujizat-mujizat secara jasmani, sebab sekarang ini banyak dukun-dukun yang juga dapat melakukan mujizat sekali-pun mereka ini tidak taat kepada Firman/tidak melakukan Firman. Itu sebabnya kita jangan hanya terfokus kepada mujizat secara jasmani, tetapi kalau tidak sesuai dengan Firman, sekali-pun air keluar dengan banyak/terjadi mujizat, tetapi kita tidak menuju ke Kanaan melainkan kita akan menuju ke kuburan.

Itu sebabnya kita harus berhati-hati, yang penting, mujizat itu terjadi kalau kita taat kepada Firman. Taat kepada Firman merupakan mujizat yang terbesar. Di atas gunung penyembahan itu, Musa dapat menginjakkan kakinya di tanah Kanaan dan Musa juga dapat menjadi sama mulia dengan YESUS, ia juga memakai jubah putih yang berkilau-kilauan. Inilah kejadian yang terjadi di atas gunung mau-pun di bawah gunung.

Jadi, di dalam injil Markus 9 ini, ada dua keadaan yang kontras/yang berlawanan yaitu:
di atas gunung penyembahan, Markus 9 : 2 – 13, suasana kemuliaan surga, di sini, Musa sebagai seorang hamba TUHAN demikian juga dengan kita sebagai hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang memuncak (puncak gunung) di dalam ibadah pelayanan. Jadi ibadah pelayanan itu bukan hanya datar saja, apalagi mundur tetapi memuncak sampai dapat menyembah TUHAN sehingga dapat mengalami:
kasih TUHAN

kebahagiaan surga, TUHAN mengajak Petrus untuk membangkitkan orang mati; memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Tetapi ia tidak pernah mengatakan ‘betapa bahagianya aku di tempat ini’ sebaliknya di atas gunung yang tinggi, malam hari dan dingin dan ia tidak memiliki persiapan seperti kita jika ingin mendaki gunung, maka kita mempersiapkan segalanya, Petrus tidak memiliki persiapan apa-apa, tetapi ia mengatakan betapa berbahagianya aku. Kebahagiaan surga dan mengalami kasih TUHAN yang mendorong kita untuk semakin dekat kepada TUHAN = kita meningkat di dalam ibadah pelayanan sampai kita dapat menyembah TUHAN bahkan kita dapat menjadi sempurna/sama mulia seperti TUHAN = masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya di awan-awan yang permai.

Inilah suasana pertama di atas gunung/suasana kemuliaan TUHAN. Hamba TUHAN
yang ibadahnya meningkat sampai dapat menyembah dan merasakan kasih TUHAN


dan juga merasakan kebahagiaan surga, tidak akan mau turun = kerohanian-nya tidak mungkin merosot tetapi akan semakin dekat kepada TUHAN sampai menjadi sempurna seperti Dia dan masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali di awan-awan yang permai.

suasana di bawah gunung, ini merupakan suasana yang kontras,
Markus 9 : 14 – 29. Ini merupakan suasana dunia, di bawah gunung, keberadaan murid-murid lebih banyak (YESUS mengajak tiga orang murid naik ke atas, berarti yang ada di bawah gunung ada sembilan orang murid) tetapi mereka tidak dapat menyembuhkan penyakit ayan. Hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN yang terpisah dari TUHAN dan ini berbahaya. Ada hamba TUHAN yang bersama TUHAN (berada di atas gunung)/meningkat, tetapi ada hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN yang terpisah sebab berada di bawah gunung = berada di dalam suasana dunia. Ibadah dan pelayanan-nya juga berada di dalam suasana dunia.

Seorang kaum muda bersaksi bahwa ia beribadah tetapi merasa kering/tidak merasakan apa-apa/tidak berubah karena ibadahnya bersuasanakan dunia.

Kering rohani:
tidak berbahagia

tidak merasa puas/tidak mendapatkan kepuasaan dan juga

mendapatkan banyak masalah sehingga banyak mengeluarkan air mata sampai menderita penyakit ayan

Penyakit ayan ini di dalam alkitab terjemahan lama disebut dengan penyakit gila babi yang membawa kepada pembangunan Babel = sempurna di dalam kejahatan dan kenajisan yang akan dibinasakan oleh TUHAN.

Itu sebabnya kita jangan main-main sebab kedua keadaan ini akan terjadi lagi di akhir jaman. Satu bersama dengan TUHAN/di atas gunung = ibadahnya meningkat sehingga merasakan kasih TUHAN dan juga merasakan kebahagiaan surga dan keadaan seperti ini ibadahnya tidak akan mungkin merosot. Kalau ibadah kita biasa-biasa saja, dapat merosot karena dipengaruhi oleh orang; tetapi kalau kita memiliki pengalaman secara pribadi seperti Petrus yang tidak mau turun dari gunung dan ia mau membangun pondok, maka kita tidak akan merosot sampai mencapai kesempurnaan/terangkat bersama dengan TUHAN.

Tetapi sebaliknya, ada hamba TUHAN yang bersuasanakan dunia/berada di bawah gunung sehingga kerohaniannya menjadi kering, mendapatkan banyak masalah bahkan sampai menderita penyakit ayan/gila babi = sempurna di dalam kejahatan dan kenajisan/pembangunan Babel yang akan dibinasakan oleh TUHAN.

Dulu (saya istilahkan dengan dulu ) sebab sudah terjadi dua ribu yang lalu, cerita/kedua keadaan di injil Markus 9 terjadi pada dua tempat yang terpisah yaitu di atas gunung dan di bawah gunung. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab di akhir jaman, kedua keadaan ini dapat terjadi pada satu tempat yang sama. Ini yang berbahaya. Kalau dulu, keadaannya sudah jelas terpisah  satu bersama TUHAN di atas gunung dan merasakan kebahagiaan sedangkan di bawah gunung menderita penyakit ayan, kering, najis dllnya.

Tetapi sekarang di akhir jaman ini yang berbahaya sebab dapat terjadi di tempat


yang sama yaitu:
di dalam satu gereja, sama-sama melayani paduan suara, tetapi keadaannya dapat berbeda yaitu ada yang berada di atas gunug dan ada yang berada di bawah gunung. Duduk satu bangku, tetapi ada yang berada di atas gunung, dan ada yang berada di bawah gunung

tinggal satu rumah, kita berbahagia bersama, makan bersama, tetapi keadaan rohaninya dapat satu berada di atas gunung, satu berada di lembah bahkan

satu tempat tidur, suami dan istri tetapi keadaannya dapat berbeda, mungkin suami/istri yang berada di atas gunung, suami/istri berada di lembah. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Kalau dulu keadaannya jelas, ada yang di atas gunung dan ada yang di lembah, tetapi sekarang ini keadaannya tidak jelas, sebab dapat berada di tempat yang sama seperti makan bersama keluarga, berada satu ranjang, tetapi hati-hati dengan keadaan rohaninya sebab satu dapat di atas gunung, satu di lembah sehingga terjadi perpisahan = satu diangkat, satu ketinggalan dan binasa untuk selama-lamanya.

Firman TUHAN ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi Firman ini supaya kita berjaga-jaga. Tadi, ada kesaksian dari seorang kaum muda yang baru berada di tempat ini dan saya tidak tahu ia dapat datang di sini. Ia merasa rindu supaya ibunya juga dapat datang karena ia sudah mengalami sudah beribadah ke mana-mana, tetapi ia merasa tidak ada keubahan; setelah ia mendengarkan Firman, ia dapat berubah dan ia ingin membagikan dengan mengajak ibunya dan ini bukan berarti ia benar sendiri karena berada di gereja ini. Tetapi jangan sampai satu berada di atas gunung, satu berada di lembah. Mari kita bersungguh-sungguh, sebab nanti satu tempat tidur, betapa ngerinya hal ini, sebab satu akan diangkat, satu tertinggal sehingga binasa untuk selama-lamanya.

Penyakit ayan/gila babi berarti (maaf agak tidak enak untuk didengar, tetapi ini merupakan istilah dari alkitab) kehidupan itu tampil seperti anjing dan babi = hidupnya membabi buta dan ini kenyataan. Sebagai hamba TUHAN, hidup kami ini juga harus dikoreksi sebab banyak hamba TUHAN yang hidupnya membabi buta.

Mungkin membabi buta soal keuangan, sehingga terjadi pertengkaran hanya soal keuangan, mana mungkin seorang hamba TUHAN bertengkar soal uang? Ini merupakan kenyataan yang ada yaitu tampil seperti anjing dan babi/hidupnya membabi buta.

Sekarang kita akan melihat bagaimana praktek dari orang yang gila babi itu/tampil sebagai anjing dan babi/membabi buta? Tidak perduli ia seorang hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN.

Sikap sehari-hari dari kehidupan seperti anjing dan babi/gila babi/ayan yaitu:
Matius 7 : 6, Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.

Kita dapat membayangkan, diberi barang yang kudus, diberi mutiara, seharusnya berterima kasih tetapi diinjak-injak, itulah anjing dan babi, sedangkan orang lain mencari mutiara ini dengan sungguh-sungguh dihari-hari ini. Jadi ini adalah sikap yang tidak benar terhadap Firman pengajaran yang benar. Ini diperkuat dengan
2 Timotius 3 : 16, Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk


mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk
mendidik orang dalam kebenaran.

Inilah yang dimaksud dengan barang kudus dan mutiara yang adalah Firman pengajaran yang benar/wahyu dari TUHAN/ilham dari TUHAN. Firman pengajaran yang benar = Firman yang diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN = dibukakan rahasianya oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Inilah Firman pengajaran.

Kalau di sekolah, kita belajar matematika atau fisika,semuanya ini memiliki rumus-rumus, seperti rumus + rumus + rumus sehingga ada penyelesaiannya. Kalau di dalam Firman TUHAN ada ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab dan kalau di dalam srt Ibrani disebut dengan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Dan ini memiliki kuasa yaitu tajam pertama ada kuasa untuk mengajar = kuasa untuk menyucikan dan menguduskan/memotong kita dari dosa-dosa; sedangkan tajam yang kedua ada kuasa untuk mendidik = kuasa untuk membaharui kehidupan kita sampai menjadi sempurna.

Jadi, misalnya yang berdosa itu tangan yang mencuri, dipotong oleh tajam yang pertama, sedangkan tajam yang kedua untuk memperbaharui menjadi tangan yang baru/tangan yang tidak mencuri lagi. Terus begitu, demikian juga dengan mulut yang berdosa, dipotong menjadi mulut yang baru. Inilah yang disebut dengan barang yang kudus dan mutiara itulah Firman pengajaran yang benar/Firman yang diwahyukan/diilhamkan oleh TUHAN kepada kita. Semoga kita dapat mengerti.

Ada tiga sikap yang salah dari anjing dan babi yaitu:
menginjal-injak/meremehkan Firman pengajaran yang benar, di saat kita mendengarkan Firman, kita mengantuk, bergurau, ini sikap yang sangat meremehkan sehingga kita tidak mengalami penyucian dan pembaharuan dan menjadi kering. Mohon dimaafkan kalau saya berbicara ini, orang di luar sangat membutuhkan sampai di desa-desa, mereka berusaha memakai hand-phone dan juga ada yang membuka ringkasan khotbah dan mereka merasa senang karena mendapatkan berkat. Itu sebabnya jangan sampai yang ada di dalam ini
menginjak-injak seperti anjing dan babi sehingga tidak akan pernah disucikan dan
diubahkan.

mengoyak-oyak Firman pengajaran yang benar, (berbalik mengoyak kamu) artinya:
mengkritik Firman pengajaran yang benar seperti ahli taurat yang selalu mengkritik setiap kali YESUS berkhotbah

menambah dan mengurangi dengan suara asing. Saya seringkali memberi contoh yang paling mudah adalah sepuluh pengintai dengan dua orang yang lain dan seringkali kami melihat hal yang umum dan berkata umumnya begitu (sepuluh), kita jangan berpihak pada yang umumnya. Sepuluh itu juga menunjuk pada Firman, benar, Kanaan itu penuh dengan susu dan madu dan ini cocok dengan Firman, (tetapi ditambah dengan suara daging) hanya ada raksasa sedangkan kita hanya seperti belalang, jadi jangan maju dulu. Ini suara daging yang logis/yang masuk di akal sehingga Firman sudah tidak ada kuasanya lagi. Tetapi kalau ilham, seperti radikal, dua orang yang memerintahkan untuk maju sekali-pun belalang yang harus melawan raksasa, sebab ini adalah Firman TUHAN. Inilah ayat menerangkan ayat dan tidak perlu ditambah dan dikurangi sebab TUHAN beserta. Inilah kekeliruan kita yang selalu memakai logika/suara daging sehingga mengoyak-oyak Firman pengajaran yang benar. Hawa menambah dan mengurangi sehingga ia kehilangan firdaus dan masuk ke dalam suasana kutukan. Semoga kita dapat mengerti.


tidak taat dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar, inilah sikap yang salah dari anjing dan babi/orang yang sakit ayan/gila babi, hidupnya membabi buta. Kalau hidup kita sudah tidak sesuai lagi dengan Firman pengajaran, pasti hidup kita menjadi membabi buta, siapa-pun dia, sampai seorang pendeta-pun akan membabi buta kalau tidak sesuai dengan Firman pengajaran yang benar. Kalau kehidupan itu memiliki sikap yang menginjak-injak/meremehkan, mengoyak-oyak sampai tidak taat dengar-dengaran, pasti membabi buta. Patokan kita hanyalah Firman pengajaran, supaya hidup kita tidak membabi buta.

Kalau kita dengar-dengaran, maka kedua telinga kita yang mendengar dan dengar-dengaran, akan diberi anting-anting emas.

Amsal 25 : 12, Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

Terj. lama Seperti anting-anting keemasan berpatutan dengan kalung yang dari pada emas sepuluh matu, demikianpun telinga yang suka mendengar itu berpatutan dengan penegur yang berbudi.

Jadi, kehidupan yang taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar, maka pada telinganya diberikan anting-anting emas, tetapi jika sikap kita tidak benar/tidak taat dengar-dengaran, maka anting-anting emas yang seharusnya di telinga akan dicopot dan dipasang di jungur babi.

Amsal 11 : 22, Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan
cantik yang tidak susila.

Kita tinggal memilih, mau diletakan di telinga/dengar-dengaran, bagi kaum muda, mari dengar-dengaran pada pengajaran yang benar dan juga dengar-dengaran pada orang tua yang sesuai Firman, sebab kalau tidak, maka telinga itu tidak ada anting-anting emasnya lagi sebab sudah apa pada jungur babi/perempuan a susila/sampai pada perempuan Babel.

Sikap yang tidak benar akan sampai pada perempuan Babel, artinya keluar dari rencana ALLAH yaitu pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/mulia dan beralih kepada pembangunan tubuh Babel/perempuan a susila/kejahatan dan puncak kejahatan kenajisan yang akan dibinasakan oleh TUHAN.

Firman TUHAN itu merupakan rencana ALLAH, kalau kita mengkritik dlsbnya, maka akan beralih dari rencana ALLAH yaitu pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai akan beralih kepada pembangunan Babel/puncak kejahatan kenajisan = sempurna dalam kejahatan kenajisan dan akan dibinasakan.

Inilah penampilan dari orang yang membabi buta/hamba TUHAN yang membabi buta yang terkena penyakit ayan karena tidak ada penghargaan kepada mutiara. Orang lain mencari dengan sungguh-sungguh, tetapi kita tidak menghargainya.

Lukas 15 : 11 – 15,
11. Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
12. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta
milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di
antara mereka.
13. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu


pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
14. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Hak = tidak ada kewajiban. Kalau YESUS sebagai Dollos itu berarti kewajiban = tanpa hak. Si bungsu baru sebentar melayani, tetapi ia sudah meminta hak-ku mana?

Ay 13, pergi ke negeri jauh = jauh dari Bapa = jauh dari surga.

Ay 15, kalau orang hidupnya membabi buta, pasti ia akan bertemu dengan babi lagi.

Di bagian atas di terangkan kalau orang yang hidupnya membabi buta terhadap Firman, maka ia bertemu dengan jungur babi. Sekarang di ladang/pelayanan, bertemu dengan babi lagi dan ini sudah pasti, tidak mungkin tidak. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh berhati-hati. Jadi yang kedua dari praktek sehari-hari dari kehidupan anjing dan babi/sakit ayan adalah pelayanan di ladang babi.

Kita harus berhati-hati, kita berkata bahwa kita sudah melayani TUHAN, padahal kita melayani di ladang babi dan untuk ini ada tanda-tandanya.

Tanda dari pelayanan di ladang babi adalah:
kita menuntut hak, tetapi kita tidak melakukan kewajiban. Kewajiban kita yang pertama adalah mengembalikan milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Dan ini wajib. Seringkali kita menuntut hak, tetapi tidak melakukan kewajiban = tidak mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus. Yang biasa dituntut adalah hak makan minum, upah/uang, memang kita mendapatkan uang/upah sebagai hak, tetapi upah yang kekal tidak kita dapatkan.

Juga menuntut pujian yang, jangan sampai kita tidak dipuji kalau kita sudah bersusah payah bekerja, dan ini membuat kita menjadi tersandung; apalagi kalau kita dicela, pasti kita akan meminta berhenti. Dan juga kedudukan yang dituntut dlsbnya. Menuntut hak itu membuat kita tidak merasa puas, semakin kita menuntut, kita menjadi semakin tidak merasa puas dan pada akhirnya akan bersungut-sungut. Ini menjadi sangat berbahaya, sebab melayani dengan bersungut-sungut/mengomel.

Kita melayani di ladang TUHAN itu menjadi bintang-bintang, tetapi kalau kita bersungut-sungut karena menuntut hak, maka kita akan turun satu level/satu tingkat.

Bilangan 14 : 29, Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

Bangkai ini merupakan mayat dari binatang, bukan dari manusia. Hati-hati!!! kita merasa sudah bekerja di ladang dan merasa dipakai, tetapi kalau kita bersungut-sungut, maka kita tidak lagi menjadi bintang, melainkan menjadi binatang yang mayatnya berhantaran di padang gurun. Ini merupakan hal yang serius, itu sebabnya kita jangan menuntut hak, tetapi hanya melakukan kewajiban kepada TUHAN.

menuntut hak sampai menjadi tidak setia sampai meninggalkan pelayanan di


ladang TUHAN. Tidak setia = menjauhkan diri dari Bapa/dari surga. Kalau bisa, maka kita datang untuk beribadah, kalau tidak bisa, kita tidak datang dan ini berbahaya. Bagi kaum muda dan juga bagi kita semua, kalau kita sudah mulai tidak setia dalam ibadah pelayanan, itu berarti kita sudah menjauhkan diri dari Bapa/dari surga = turun gunung. Dan kalau kita sampai meninggalkan ibadah pelayanan = kita berada sangat jauh dari surga dan akan sampai di ladang babi. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh, tidak setia itu kita sudah menjauh dari surga sehingga kerohanian kita menjadi kering dan kalau sampai kita meninggalkan ibadah pelayanan = sangat
jauh dari surga dan ini tidak dapat dijangkau sebab sudah tiba di ladang babi.

Ladang babi = neraka.

Dan, (permisi berbicara) kehidupan yang meninggalkan pelayanan/tidak setia sulit sekali untuk kembali seperti Yudas = sesuatu yang mustahil untuk kembali lagi seperti Yudas. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab kalau bukan karena kemurahan TUHAN, maka kehidupan itu tidak dapat kembali lagi.

Itu sebabnya, mari kita bersungguh-sungguh dengan memperhatikan kesetiaan. Kecuali kalau itu merupakan mutasi dari TUHAN, maka itu merupakan urusan dari TUHAN; tetapi kalau kita masih ditetapkan di satu tempat, mari setia dan bertanggung jawab, jangan sampai kita tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan sebab itu berarti kita sudah sangat jauh dari surga dan sudah tiba di ladang babi/neraka. Dan ini sudah sulit untuk kembali kalau tidak kemurahan TUHAN seperti yang dialami oleh Yudas. Semoga kita dapat mengerti.

berfoya-foya = berkubang dalam dosa sampai pada puncak dosa. Puncak dosa itu adalah dosa makan minum (kita jangan bosan menyebut dosa ini sebab nanti semua akan mengarah ke dosa ini seperti di jaman Nuh). Dosa makan minum ini termasuk mabuk, narkoba, mari segera dilepaskan, jangan berkubang di dosa ini. Istilah babi berkubang ini = sulit untuk keluar, sebab babi merasa enak sekali kalau berkubang; begitu keluar dari kubangan akan kembali lagi.

Itu sebabnya kita harus mengambil tindakan radikal terhadap dosa, dosa itu jangan dikredit sebab tidak ada dosa yang dikredit, kalau mobil ada yang di kredit. Dosa segera dilepaskan oleh kuasa dari Darah YESUS dan oleh kuasa Firman pengajaran. Dan juga dosa kawin mengawinkan, ini termasuk dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan-penyimpangan sex seperti homo sex dan lesbian.

Seperti jaman Nuh sudah terjadi, sekarang ini kaum homo dan lesbian sudah minta untuk diberkati dan didoakan. Ini berarti sudah dekat pada penghukuman. Saya percaya kalau empat pasang dari nikah yang benar masuk ke dalam bahtera Nuh dan ini berarti banyak sekali nikah yang tidak benar dan akan hancur termasuk para homo sex dan lesbian. Kita juga harus berhati-hati dengan kawin cerai dan kawin mengawinkan sampai pada free sex/sex bebas.

Inilah penampilan dari pelayanan di ladang babi, termasuk hamba-hamba TUHAN, termasuk pelayan-pelayan TUHAN dan waktu jaman Nuh termasuk anak-anak ALLAH. Semuanya termasuk, itu sebabnya saya bersyukur kalau selalu dibacakan oleh TUHAN tentang dosa makan minum; kita jangan merasa bosan dan bagi yang sudah terlepas, ini merupakan peringatan supaya jangan kembali berkubang lagi. Sedangkan bagi yang belum terlepas, mari mengambil tindakan radikal, jangan dikredit tetapi langsung harus dilepaskan sebab tidak ada dosa yang tidak diselesaikan oleh TUHAN di atas kayu salib. Sebab TUHAN sudah berseru, sudah selesai. Tidak ada dosa yang tidak dapat diselesaikan oleh TUHAN kecuali ada dua


dosa yaitu dosa tidak percaya dan juga dosa yang tidak diakui. Kedua dosa ini tidak dapat diampuni oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Mari, kita sungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan dari TUHAN, kita jangan hidup membabi buta.

Inilah pelayanan diladang babi yaitu:
menginjak-injak mutiara = sikap yang tidak benar terhadap pengajaran yang benar/wahyu dari TUHAN. Kita harus berhati-hati sebab itu seperti anjing dan babi

pelayanan di ladang babi.

Markus 9 : 18, Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."

Mulut berbusa = perkataan sia-sia.
Perkataan sia-sia ini:
berdusta

perkataan yang tidak mendatangkan berkat bagi orang lain tetapi menjadi sandungan, menyakiti hati orang lain. Kita jangan melakukan ini, termasuk perkataan anak-anak terhadap orang tua harus berhati-hati. Sebab kadang-kadang ada anak yang berkata kasar kepada orang tua, ada yang berkata halus tetapi juga menyakiti. Seperti ada orang tua yang memberi nasihat tetapi si anak menjawab, salahnya, mengapa aku dilahirkan? Ini perkataan yang sedikit (sebab tidak berteriak) tetapi menyakiti. Dulu sebelum keluarga kami bertobat, juga seperti ini, kalau anak-anak sudah mulai melawan, maka ibu saya berkata: kalau tahu, waktu kalian dilahirkan, langsung saya cekik. Tetapi sekarang kita sebagai orang tua jangan berkata begitu sebab itu juga menyakiti hati anak. Itu sebabnya kita semua harus saling menjaga supaya perkataan kita jangan berbusa

memfitnah, yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar

Badannya dibanting dan gigi bekertakan. Saat terserang ayan, tidak terasa kalau tubuhnya itu dibanting, begitu sadar, akan terasa sakit seluruh tubuh = penderitaan lahir dan batin/letih lesu dan berbeban berat. Inilah tanda-tanda dari penyakit ayan/gila babi yang menyerang. Kalau kita letih lesu dan berbeban berat, mari,
datang kepada TUHAN, jangan dibiarkan penderitaan lahir dan batin ini.

Tubuhnya kejang/kaku. Maafkan saudaraku, ini menerangkan penyakit ayan tetapi dalam arti rohani, jadi bukan dengan maksud menghina dllnya. Jika kejang, saudara hendak membuka tangannya, tidak akan bisa sebab sangat kaku. Jadi tubuh kejang/kaku = tabiatnya kaku.

Tabiat yang kaku:
tabiat yang keras

tidak dapat dinasihati

tidak dapat ditegur oleh Firman pengajaran yang benar

tidak dapat dinasihati dan ditegur oleh gembala dan juga oleh orang tua


berpegang teguh/ngotot pada apa yang salah, sekali-pun sudah mengetahui bahwa itu salah, tetapi kehidupan itu tidak mau tahu. Inilah kejang/kaku = serangan penyakit ayan/penyakit gila babi. Semoga kita dapat mengerti.

Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan praktek 1,2,3/praktek sehari-hari.
Kita harus berhati-hati:
dengan sikap terhadap Firman, kalau Firman itu benar/bukan lawakan, tetapi yang benar yaitu ayat menerangkan ayat/ilham dari TUHAN, kita harus bersungguh-sungguh serius, sebab kalau tidak, maka kita akan kejang/ayan/gila babi dan akan sampai ke jungur babi.

demikian juga dengan ibadah dan pelayanan, kita juga harus berhati-hati. Pelayanan kita harus di ladang TUHAN, jangan di ladang babi; itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh memperhatikan pelayanan dan ibadah kita dengan sungguh-sungguh setia.

ketiga tanda-tanda di atas ini.

Dan, penyakit ayan ini sering kambuh = sesuatu yang mustahil, sehingga murid-murid tidak dapat menolong, kemudian letih lesu, penderitaan lahir batin/banyak air mata. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah praktek sehari-hari dengan tiga tanda dari penyakit ayan/gila babi.

Siapa yang menjadi sasaran dari penyakit ayan/gila babi ini?
Markus 9 : 21, Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.

Yang menjadi sasaran dari penyakit ayan/gila babi ini adalah kehidupan yang terpisah dari TUHAN sehingga kerohaniannya menjadi kering dan ini di mulai dari anak kecil. Jadi, jangan pisahkan anak kecil dari TUHAN, saudara jangan mengatakan bahwa masih kecil, sebab di jaman Nuh, tidak ada seorang anak kecil yang selamat, semuanya kejang/kaku sehingga tidak dapat dinasihati. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius, sebab yang terpisah dari TUHAN/kerohaniannya kering itu mulai dari anak kecil, remaja, dewasa sampai pada orang tua = tanpa pandang bulu. Ini dari segi usia.

Dari status sosial, tidak perduli orang pandai/bodoh, memiliki kedudukan/tidak, siapa saja, yang penting kehidupan itu kerohaniannya kering, maka penyakit ayan/gila babi itu akan masuk dan akan terpisah dari TUHAN. Terutama para gembala-gembala, kalau kerohaniannya kering/suasana ibadahnya berada di bawah gunung/kering maka semuanya akan menjadi kering dan penyakit gila babi betul-betul akan menguasai gereja. Semoga kita dapat mengerti ini, sebab ini merupakan
hal yang serius.

Demikian juga di rumah tangga, jangan sampai ayah menjadi kering dllnya, harus dijaga dan bersungguh-sungguh supaya penyakit gila babi/ayan tidak masuk sebab akan hancur. Baik bagi orang yang sehat mau-pun orang sakit, orang yang cacat mau-pun orang yang normal, penyakit ayan ini tidak perduli, yang penting keadaan rohaninya kering sehingga terpisah dari TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Mari, kita bersungguh-sungguh dan masing-masing kita mengoreksi diri, jangan mengoreksi orang lain, tetapi kita mengoreksi diri bagaimana sikap kita:
terhadap Firman apakah kita menginjak-injak mutiara? Kalau begitu, akan berbahaya, sebab sebentar lagi akan sampai ke ladang babi


terhadap pelayanan? Kita harus sungguh-sungguh berada di ladang TUHAN, jangan di ladang babi

hati-hati dengan tanda-tanda dari penyakit ayan. Semoga kita dapat mengerti.

Tidak ada yang dapat menolong anak yang terkena penyakit ayan ini, kecuali TUHAN Yang dapat menolong.

Cara TUHAN menolong:
Markus 9 : 19, Maka kata Yesus kepada mereka: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"

Bawalah anak itu kemari = suara penginjilan yang membawa orang berdosa/yang hidup di dalam kegelapan kepada TUHAN/kepada Terang yang di dalam tabernakel menunjuk pada pelita emas = ketekunan di dalam ibadah raya. Bawa orang-orang berdosa kepada TUHAN untuk disinari = dari gelap menuju kepada Terang = penginjilan. Bagi kita sekarang, penginjilan-nya meningkat, bukan seperti pemberitaan penginjil-penginjil pada umumnya, tetapi penginjilan di dalam pengajaran. Semoga kita dapat mengerti.

Markus 9 : 25, Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

Inilah saudaraku! Seringkali kita dibawa kepada TUHAN dan dosa-dosa kita disinari, tetapi kita masih berbuat dosa lagi; itu sebabnya ibadah raya/kebaktian umum belumlah cukup sebab masih kambuh lagi bahkan dapat kambuh berulang-ulang dan ini seperti penyakit ayan. Yang kedua Ia menegor roh jahat itu dengan keras = suara Firman pengajaran yang harus ada di dalam gereja. Penginjilan ada, untuk membawa orang-orang berdosa kepada TUHAN = percaya kepada TUHAN, bertobat dan dibaptis. Firman pengajaran di dalam tabernakel menunjuk pada meja roti sajian = ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci. Ini yang harus ada, sebab kalau tidak ada, akan kambuh terus, harus ditegur dengan keras, dosa-dosa itu harus dipotong dengan pedang supaya tidak terpisah dari TUHAN. Kalau kita mempertahankan dosa, kita akan terpisah dari TUHAN, lebih baik dosa-dosa itu dipotong dengan pedang sehingga TUHAN akan beserta dengan kita.

Markus 9 : 24, Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

Terj. lama: Maka berteriaklah bapa budak itu sambil menangis, katanya, "Ya Tuhan, hamba percaya, tolonglah akan iman hamba yang kurang."

Berteriak sambil menangis = penyembahan dengan hati yang hancur dan di dalam tabernakel menunjuk pada mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

Dari pihak TUHAN:
bawalah anak itu kemari

ditegur


Dari pihak kita, kita banyak menyembah TUHAN untuk menghadapi penyakit ayan.

Kalau di ayat selanjutnya dikatakan ‘jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa’, tetapi di dalam injil Matius dikatakan ‘dan berpuasa’ = berdoa dan berpuasa. Di akhir jaman ini, kita tidak dapat lagi bersantai, sebab kita akan betul-betul menghadapi penyakit ayan/roh gila babi seperti di jaman Nuh dan Lot sudah terjadi dan di jaman kita sekarang ini sudah meraja-lela dan tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. Semoga kita dapat mengerti ini.

Jadi, kalau semuanya digabung, kita ditolong oleh TUHAN/cara TUHAN menolong adalah lewat kandang penggembalaan/sistim penggembalaan/ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Sebab di dalam kandang penggembalaan, kita akan disucikan secara intensif dan ini letak rahasianya yang tidak semua hamba TUHAN mengerti akan hal ini. Tiga macam ibadah pokok, tiga macam ini juga menunjuk pada tubuh, jiwa dan roh kita yang betul-betul digembalakan dan dibersihkan = seluruh hidup kita disucikan.

Di dalam kandang penggembalaan/sistim penggembalaan, TUHAN sedang melembutkan hati kita. Jadi, penggembalaan itu merupakan persoalan hati, bukan otak. Musa sudah bersekolah selama empat puluh tahun di Mesir dan menjadi hebat, tetapi untuk melayani dua orang saja, Musa tidak bisa = tidak dapat mengandalkan kepandaian/otak. Musa harus lari ke Median terlebih dahulu = ia digembalakan terlebih dahulu, baru ia dipakai oleh TUHAN.

TUHAN melembutkan hati kita sehingga:
kita dapat mengaku dosa, tolonglah aku, bukan tolonglah anak-ku padahal yang sakit anaknya. Seandainya saudara datang ke dokter dengan membawa anak saudara yang sakit, tetapi saudara mengatakan kepada dokter itu bahwa yang sakit adalah saudara, bukan anak saudara sehingga dokter dapat salah suntik. Tetapi di hadapan TUHAN, aku yang bersalah. Tidak ini atau itu yang bersalah dan yang biasa kita lakukan, kita jangan lakukan itu, tetapi sekarang kita berseru kepada TUHAN tolonglah aku. Di dalam penggembalaan, kita diperiksa dan dilembutkan sampai kita dapat mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita mengakui kegagalan-kegagalan dan dosa-dosa kita, jangan keraskan hati tetapi tolonglah aku kepada TUHAN dan

percaya, tolonglah aku yang tidak percaya = tidak bimbang. Seringkali kita bimbang terhadap pengajaran yang benar, bimbang terhadap kuasa TUHAN sehingga kita mengambil jalan keluar sendiri. Tetapi biarlah sekarang ini kita hanya percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN/kepada Firman pengajaran yang benar dan juga kemurahan dan kebaikan TUHAN.

Percaya kepada kebaikan dan kemurahan TUHAN, sebab di dalam penggembalaan ada kebaikan dan kemurahan TUHAN yang mengikuti aku sepanjang umur hidupku, ini yang kita percayai. Mazmur 23 : 6, Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Jadi, hanya kehidupan yang tergembala yang dapat:
melembut.

mengaku kegagalan-kegagalan dan mengaku dosa

dapat percaya dan mempercayakan diri kepada Gembala Agung/kepada Suara


Gembala/pengajaran yang benar.

pada kebaikan dan kemurahan TUHAN, kita tidak ragu sedikit-pun dan juga tidak mau dengan jalan yang lain sebab langkah-langkah hidupnya hanyalah langkah kemurahan dan kebaikan TUHAN dan ini merupakan langkan mujizat.

Itu sebabnya kita jangan takut, sebab kehidupan yang tergembala, setiap langkah hidupnya/setiap degup jantungnya merupakan mujizat = kemurahan dan kebaikan TUHAN mengikuti setiap langkah/setiap degup jantung kita.

Mazmur 136 : 1, 4,
1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Terj.lama: 1. Pujilah akan Tuhan, karena baiklah Ia, karena kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

Kita percaya pada kemurahan dan kebaikan TUHAN = kita hidup dalam Tangan kemurahan dan kebaikan TUHAN. Setiap langkah/setiap denyut nadi kita, TUHAN melakukan perkara besar/keajaiban besar/mujizat besar di dalam hidup kita.

Saya berbahagia dan beruntung tidak melakukan hal yang salah, sebab kalau saya salah bertindak, maka saudara yang menjadi korban. Satu waktu, kita akan diperhadapkan untuk memilih yaitu memilih TUHAN/pengajaran yang benar atau memilih yang lain dan ini pasti saudara akan diperhadapkan.

Dan seringkali kita lengah sebab kita menganggap bahwa itu perkara yang kecil, kita jangan lakukan ini, tetapi kita harus tetap berpegang dan jangan keluar dari Suara Gembala, jangan mendengar pada suara asing

berpegang pada kebaikan dan kemurahan TUHAN, jangan mengandalkan kepandaian. Kalau saudara tidak memiliki gelar dlsbnya, ini sudah bagus dan tepat untuk merendahkan diri, sebab kalau saudara memiliki pengalaman dlsbnya, maka akan terasa berat sebab saudara harus menghampakan diri dan hanya bergantung pada kemurahan dan kebaikan TUHAN sehingga mujizat akan terjadi.

Mujizat secara jasmani, penyakit ayan disembuhkan = yang mustahil menjadi tidak mustahil. Musa yang sudah divonis tidak boleh masuk ke Kanaan, dapat masuk ke Kanaan karena kemurahan dan kebajikan TUHAN.

Apa yang menjadi masalah saudara? Masa depan yang sudah hancur, kegagalan-kegagalan dan air mata menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

Mujizat secara rohani, kita akan semakin diubahkan sampai satu waktu jika YESUS datang, kita akan menjadi sempurna seperti Dia dan menjadi Mempelai Wanita. Kita akan terangkat dan akan bersama dengan Dia selama-lamanya.

Yudas itu:
seorang rasul dan juga

menjadi bendahara/orang kepercayaan TUHAN dan yang menjadi gembala-nya adalah TUHAN YESUS Sendiri


orang Israel

Tetapi karena ia keras hati, ia harus keluar dari penggembalaan yang benar dan ia binasa. Siapa kita sebagai bangsa kafir? Hanya melembut apa-pun keadaan kita.

Mungkin sekarang ini kita berada:
di lembah masalah, TUHAN akan selesaikan

di lembah kegagalan/air mata, TUHAN akan menjadikan berhasil dan indah pada waktunya dan

kita berada dalam kenajisan, kita akan diubahkan dan disucikan sampai kita menjadi sempurna seperti TUHAN dan layak menyambut kedatangan-Nya Yang kedua kali. TUHAN memberkati.(CP)

Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih

dilihat : 765 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution