Selasa, 19 November 2019 15:52:09 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520219
Hits hari ini : 2255
Total hits : 5093148
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Pernyataan Dewan Gereja Sedunia terkait Komunitas Kristen di Mosul






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 27 Juli 2014 13:18:15
Pernyataan Dewan Gereja Sedunia terkait Komunitas Kristen di Mosul

Pernyataan dan Seruan Solidaritas:

Situasi sekarang di Iraq merupakan sebuah tragedi bagi banyak pihak, baik umat Kristen maupun Muslim, dan sangat mengkhawatirkan. Salah satu akibatnya dari kejadian ini adalah telah berbondong-bondong masyarakat Kristen meninggalkan Mosul.

Laporan-laporan yang terpercaya yang telah kita terima beberapa hari terakhir ini memperlihatkan hampir seluruh komunitas kristen Mosul sekarang telah meninggalkan kota, dipaksa untuk mengambil tindakan ini melalui tindakan yang dilakukan oleh mereka yang menyebut dirinya “Negara Islam’, (sebelumnya dikenal sebagai ISIS).

Umat Kristen sudah diberitahu oleh mereka yang sedang menguasai Mosul bahwa mereka diberi tenggat sampai akhir minggu ini untuk berpindah jadi Islam, atau membayar Jizya (pajak bagi orang non-Muslim) atau pindah dari kota tersebut dengan hanya membawa pakaian yang mereka kenakan saja.

Jika mereka tidak melaksanakan langkah-langkah ini maka mereka diancam dengan eksekusi oleh pemerintah setempat. Umat Muslim dalam jumlah yang cukup besar, terutama dari komunitas Syiah, juga merasa dipaksa untuk pergi.

Para pengungsi kristen mencari perlindungan untuk sementara di biara-biara sekitar dan desa-desa dan beberapa diantaranya telah mengungsi ke silayah Kurdi di iraq.

Dengan kepedihan yang teramat bahwa kita menyaksikan secara jelas akhir dari kehadiran Kristen di Mosul, yang telah ada di sana semenjak abad-abad awal Kekristenan.

Pada 17 Juli, Patriarkh Louis Raphael Sako, Patriarkh Katolik Chaldean Baghdad, mengeluarkan seruan untuk dunia yang lebih luas, menyatakan secara rinci situasi yang sangat sulit yang dihadapi sekarang oleh umat Kristen di Mosul.

Patriarkh Sako berbicara tentang bagaimana “Dalam hari-hari ini, ada surat dengan huruf “N” dalam bahasa Arab di tembok depan rumah-rumah orang Kristen, yang menandakan “Nazara” (orang Kristen), dan di tembok depan rumah-rumah orang Syiah dnegan huruf “R” yang menandakan “Rwafidh” (kafir).”

Perkembangan semacam itu menimbulkan gaung yang sangat menyeramkan, Patriarkh Sako dnegan tegas menyatakan bahwa perkembangan di Mosul ini bertentangan dnegan “peraturan dari pemikiran Islam yang dinyatakan dalam Al Qur’an.” Dia juga memperlihatkan sejarah panjang yang positif mengenai keberadaan bersama antara umat kristen dan Islam di Iraq dan seccara lebih luas di Timur Tengah.

Mengingat kata-kata Patriarkh Sako tersebut, Saya ingin bergabung dnegan yang lain dalam menekankan bagaimana menggangungya—dan tragis—situasi tersebut. Dalam pertemuan belakangan dari WCC Central Committee di Jenewa sebuah pernyataan dikeluarkan yang menekankan “perhatian mendalam” Dewan Gereja Sedunia atas “perkembangan tragis yang terjadi di Iraq”.

Secara khusus Saya ingin menekankan saat ini ditengah-tengah krisis bahwa Dewan Gereja Sedunia “menegaskan peran gereja-gereja di Iraq dan di wilayah dalam melakukan dialog konstruktif dengan komunitas-komunitas agama dan etnis yang lainnya sehingga warisal pluralistik dari masyarakat mereka terlindungi dan aman. Dewan Gereja Sedunia meyakinkan gereja-gereja tersebut akan dukungan ekumenikal yang luas terhadap proses semacam itu.

Dewan Gereja Sedunia juga “mendesak pihak-pihak yang berwenang di Iraq dan mendorong dukungan internasional non-militer untuk memulai suatu proses politik inklusif untuk memperkuat hak-hak asasi manusia yang mendasar, khusunya yang berhubungan dengan kebebasan beragama, untuk segera menegakkan hukum dan menjamin persamaan hak bagi semua warga negara.”
Silahkan bergabung dengan saya dalam doa bagi semua orang di Iraq saat ini, dan terutama bagi kelompok-kelompok minoritas, baik Kristen maupun Muslim, yang telah dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka.

Sekretaris Umum Dewan Gereja Sedunia (WCC)

Rev. Dr. Olav Fykse Tveit

21 Juli 2014


*terjemahan bebas dari versi bahasa Inggris di http://www.oikoumene.org/en/resources/documents/general-secretary/statements/a-tragic-exodus-of-the-christian-community-from-mosul

dilihat : 460 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution