Jum'at, 22 Juni 2018 00:50:54 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 151
Total pengunjung : 400446
Hits hari ini : 1646
Total hits : 3639703
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Bertumbuh Dalam Doa
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Minggu, 26 Januari 2014 09:40:07
Bertumbuh Dalam Doa
(Lukas 11:1‑13; 1 Tawarikh 4:9‑10)

MASIH ingat program strategi gereja kita untuk membangun GMIM, dengan istilah 3 dodika? Apa itu? Rajin berdoa, rajin membaca Firman dan rajin bekerja. Jadi jika kita mau bertumbuh, maka ketiga hal itu harus dilakukan.

Kita tahu bersama bahwa Alkitab mengajarkan doa harus disertai dengan membaca Firman. Tapi ternyata tidak cukup jika hanya dua itu saja, harus ada juga usaha dan kerja. Jangan hanya berdoi, tidak berdoa. Tapi mesti berdoa dan bekerja atau Ora Et Labora. Firman adalah dasar dari berdoa dan bekerja. Artinya berdoa dan bekerja harus sesuai kehendakNya.

Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam persekutuan jemaat kita, soal bagaimanakan berdoa yang baik? Apakah kunci tangan atau angkat tangan. Apakah duduk atau berdiri atau apakah tutup mata atau buka mata. Sikap lahiriah tidak menjadi syarat karena yang penting adalah kesungguhan, ketulusan dan kejujuran dalam doa, sebab Tuhan melihat hati.

Kalau sikap lahiriah tidak menjadi syarat, lalu bagaimana isi doa yang baik? Pertanyaan ini juga pernah ditanyakan para rasul kepada Yesus. Mereka bertanya Tuhan ajarkan kami berdoa (Lukas 11:1). Dan Tuhan Yesus mengajarkan murid‑Nya berdoa yang disebut Doa Bapa Kami.

Doa ini adalah doa yang sempurna tentang struktur dan isi dari doa yang baik. Doa ini memuliakan Tuhan dan untuk kebutuhan kita yang berdoa. Doa ini mengandung juga pujian dan penyembahan kepada Allah, penyerahan diri, pertobatan dan permohonan.

Doa Bapa Kami dalam kitab Injil Lukas, tidak diakhiri dengan Karena Engkau yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sama seperti dalam Injil Matius 6:9‑13. Dan itu ditulis dalam kurung. Kenapa begitu? Gereja memang mengakui bahwa doa yang diajarkan Tuhan Yesus tidak termasuk kalimat terakhir yang ditulis dalam kurung. Bagian itu ditambahkan, karena dalam tradisi Yahudi biasanya doa diakhiri dengan doxology atau pengakuan dan puji‑pujian.

Dalam Tawarikh 4:9‑10, kita bisa tahu bahwa doa juga harus diungkapkan dengan kesungguhan hati. Di dalamnya ada pengakuan, pujian, dan permohonan. Yabes mengakui bahwa Tuhan adalah sumber hidup dan berkat. Ia bermohon kiranya Tuhan memberkati, menyertai, dan melindungi dia dari malapetaka sehingga kesakitan tidak menimpa dia. Dan Tuhan mengabulkan permintaannya.

Oleh sebab itu, sebagai warga gereja, kini kita diajar bagaimana berdoa dengan baik, harus ada kesungguhan hati, ada pengakuan dan pujian. Ada keyakinan bahwa doa kita akan dijawab oleh Bapa. Tetapi juga, kita harus dapat mengampuni kalau kita mau diampuni Tuhan.

Tuhan terutama melihat sikap hati kita yang berdoa, tulus dan jujur. Jadilah kita orang‑orang yang selalu mau berdoa. Mau berdoa bersama, berarti mau membangun bersama. Membangun masa depan bersama dalam doa, baca Firman, bekerja keras dan cerdas. Tuhan kiranya menolong dan memberkati kita. Amin. (DAP)

Oleh: Pendeta Dan Sompe, Ketua Jemaat GMIM Maranatha Paslaten

sumber:
http://manado.tribunnews.com/2014/01/26/bertumbuh-dalam-doa

dilihat : 471 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution